MEMORIA - 34
Sedang hujan rindu masih terus menetes

Menumpahkan gelisah di jalan-jalan

Usia. Orang-orang lalu-lalang, menakar

Cinta dalam hati dengan sekilas

Tatap mata dan senyum ramah.

Tubuh kita barangkali kuyup.

Seluruhnya!

Tapi cuma kita keringkan tangan.

Aku.

Untuk memetik tangkaimu.

Engkau.

Untuk menjaga nyala apiku.

(Naimata, November 2009)