Menumpahkan gelisah di jalan-jalan
Usia. Orang-orang lalu-lalang, menakar
Cinta dalam hati dengan sekilas
Tatap mata dan senyum ramah.
Tubuh kita barangkali kuyup.
Seluruhnya!
Tapi cuma kita keringkan tangan.
Aku.
Untuk memetik tangkaimu.
Engkau.
Untuk menjaga nyala apiku.
(Naimata, November 2009)