YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 34
Awalnya, saya dan beberapa teman kampung mencari ide, bagaimana cara mengumpulkan jamaah di antara masjid-masjid yang ada di kampung saya. Tidak keseluruhan dari 1 kampung, namun hanya separuhnya. Dari separuhnya, tidak kurang dari 400 orang yang aktif hadir. Angka yang terbilang tidak sedikit.

Muncullah ide membuat pengajian bersama tiap Selapan, 35 hari sekali. Pada acara itu, ada sholawatan dan tausiyah. Dipilihlah tiap malam Jumat Pon. Tempatnya bergilir, berpindah dari masjid satu ke masjid lainnya. Soal dana dipikul bersama-sama dengan iuran, sehingga tidak memberatkan penyelenggara. Alhamdulillah, sekarang sudah berjalan 7 kali putaran.

Hari ini, Kamis, 3 April 2014, saya mendapat jatah menyelenggarakan pengajian tersebut. Selama 2 hari terakhir, hujan turun dengan derasnya, bahkan disertai angin yang kencang. Hari ini, saya berharap, cuaca akan cerah, karena sudah dihabiskan dua hari kemarin.

98

Selepas Dhuhur, teman-teman mulai berdatangan untuk tarub. Mereka menyiapkan segala sesuatu untuk acara nanti malam. Kursi, tenda, dan tikar sudah siap. Sehabis Asar, giliran diesel dan sound system datang.

Selepas Dhuhur sampai Asar ini saya lihat langit begitu cerahnya.

Wah, sepertinya doa saya terkabul, nih, begitu batin saya.

Waktu Magrib pun tiba. Langit yang semula cerah mendadak berubah menjadi hitam. Awan yang begitu gelap seakan siap kapan saja untuk menjatuhkan hujan sederas-derasnya. Begitu cepat sekali perubahannya. Tak ketinggalan, suara petir pun datang bersahutan dengan kerasnya.

Tanpa pikir panjang, saya BBM beberapa teman untuk minta bantuan doanya. Saya minta didoakan agar tidak hujan dulu dan dilancarkan acaranya.

Apa yang terjadi Habis Sholat Isya, awan gelap makin merata. Sepertinya hujan akan turun. Hanya tinggal menunggu waktu.

Namun di balik itu, kelegaan hadir seiring mulai berdatangannya para jamaah. Tidak terasa, semua tempat duduk hampir terpenuhi. Tepat pukul 20.00 acara dimulai dengan pembacaan sholawat.

Acara berjalan sekitar 40 menit. Hujan yang tadinya tinggal menunggu jatuh, benar-benar jatuh sederas-derasnya. Jamaah bapak-bapak yang duduk di bawah tenda mulai panik, karena tenda tak mampu menahan derasnya hujan yang tumpah. Sedangkan jamaah ibu-ibu yang duduk di dua gazebo bambu tidak ada masalah sama sekali.

Syukur Alhamdulillah. Hujan turun ketika jamaah sudah memadati tempat duduk yang tersedia. Hujannya pun tak lama akhirnya reda. Walaupun lantai basah semua, namun tidak sampai mengganggu jalannya acara.

Satu demi satu acara bergulir.

Ibadah Itu Gampang

Sampailah pada acara inti pengajian yang diisi KH Mukhlis Hudaf.

Semua yang hadir menyimak dan menikmatinya.

Malam ini saya mendapat pelajaran berharga. Ternyata, doa saya tidak manjur sama sekali. Pertanda doa saya masih terhalang banyaknya dosa yang pernah saya perbuat. Berbeda dengan orang saleh yang kisahnya sering saya baca di buku-buku. Mereka dengan mudahnya mengundang pertolongan Allah. Mereka mendapatkan apa yang mereka minta dengan cash, cepat pula.

Ampuni semua dosaku, ya Allah.

09 April 2014