LAUT TAK BIRU DI SEBERANG TAKIR - 34
ganas gelora laut china, keras pawana hujung

disember, lemas dada tanah seberang berebut-rebut

menggelinchir kedalam mataku yang chemas.

ya, tak siapa dengar engkau dan anakbinimu:

siangmalam ditampar ombak puaka, lantas

dilarikan ribut laknat. saudara, tiapkali gema jeritmu

menerawang angkasa seberang, kusambut

ia dengan airmata kian menderas

lesu perahu tertambat dipantai ungu, kutau,

lesu lagi jiwamu terikat dirantai ilu.

langkahmu yang lambat dan gontai kini kulihat sudah.

ya, tak siapa hirau engkau dan nasibmu:

pagipetang dilontar kepunchak derita, lantas

terkapar dipasir puchat. pelaut, tiapkali tempik

lolongmu menerajang udara seberang

kusambut ia dengan dada kian tenat

laut tak biru lagi di seberang takir,

ikan2 sudah jemu bermain dipesisirnya dan engkau

tenggelam didalam hibarayumu. suaramu yang

resahsayu kini direnggut rebut. ya, tak siapa peduli

suara itu: terus menerus diperkosa angin jahat.

saudara dan para pelaut, seluruh airmata,

sedansedu dan resahgelisahmu kini kuukur ia tiap inchinya

1969