Well, gue bukan lagi kebanggaan sekolah sejak Niken mulai bongkar anorexia gue aku mencoba mengingatkannya, berharap dia tak terlalu menyalahkan dirinya sendiri. Tapi yang pasti gue menikmati hari ini aku menyentuh lengan Gavner, mengelusnya, ini sangat sensitif, Gavner tau benar ini hanyalah usaha Gazka untuk menutupi penderitaannnya, aku tau ada kekhawatiran dalam diri Gavner, ketika sedikit demi sedikit dia mulai kehilangan control terhadap tubuhnya.
Peduli amat sama hukuman ini, gue bisa tidur seharian di rumah, gue perlu mengistirahatkan diri gue dari segala penderitaan akibat masa lalu. Ucap Dante sambil berlalu ,membawa serta Lola yang melambaikan jari kelingkingnya sebagai tanda perpisahan, dia sangat manis, saudara perempuanku.
Setelah Dante dan Lola pergi, Gavner mulai berbicara.
Thanks udah nyelamatin aku Gavner menatapku lama, sampai akhirnya dia mulai bicara lagi Ghie bisa tinggalin aku sama Gazka
Hmmmmokay dengan berat hati aku setuju, aku meninggalkan mereka yang kutau akan berbicara serius di balik tembok lab Fisika, tapi entah mengapa, hatiku memintaku untuk melakukan hal yang tak seharusnya, aku menguping.
Ka, I feel unwell aku tau itu suara Gavner.
Elo mesti bilangin ini ke Papa, biar dia tau, dia bisa ngasih elo fasilitas kesehatan terbaik saran Gazka.
Nggak Ka, nggak akan, elo tau apa yang paling gue pengenin, ketemu Mama.
Jangan idiot Ner
Gue nggak idiot, gue cuma nggak mau terlalu irasional, kematian gue udah ditentuin, dan gue pengen elo mempercepat kematian gue, bahkan sebelum gue terlalu merasakan penderitaan ini. Elo udah janji, sebelum gue benar-benar sekarat, elo harus ngelakuin yang gue minta, dan semuanya akan baik-baik sajaada nada marah, ketakutan dan tangisan yang akan pecah dalam suaranya.
Gavner! Please jangan bego! Setiap orang sudah ditentuin kematiannya, setiap orang pasti akan mati!
Tapi nggak semua tahu kapan waktu tepatnya!berapa lama gue bakal hidup, tiga sampai lima tahun ke depan Dalam penderitaandalam kecacatan dalam belas kasih orang lain, yang cuma ngeliat gue dalam rasa iba Gavner berteriak serak, tangisnya pecah.
Aku mengintip dari balik tembok yang dingin, merasakan kelembapan tembok itu, seperti merasakan air mata di pipi Gavner, inginku berlari dan memeluknya, tapi Gazka telah menggantikan pelukanku, dia memeluk saudaranya.
Salah gue Ka, bawa Ghie dalam hidup gue, seandainya Dante bukanlah saudaranya, Ghie bisa kembali setelah gue pergi, keegoisan gue yang membuat Ghie harus ikut menderita, gue nggak memprediksi kemungkinan ini, niat gue hanya meminjam Ghie untuk menemani sisa waktu gue, Ghie sedang terpuruk sekarang, yang bisa mendampingi Ghie sekarang cuma gue, seandainya semuanya seperti yang gue harapkan, Ghie berada dibawah tekanan gue hanya karena kewajibannya dalam perjodohona tolol yang gue rancang, seandainya Ghie cuma terpaksa jalani ini, dan akan lebih mudah bila Ghie membenci gue gara-gara memisahkan dia dari Dante, gue jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis yang tatapan matanya itu penuh kesedihan, tatapan yang nyaris sama yang kayak gue punya, awalnya gue hanya ingin mengubah kesedihan itu jadi kebahagiaan, tapi apa yang gue lakukan A big stupid mistake!
Jatuh cinta bukan kesalahan, memanfaatkan jati diri seorang pangeran untuk bisa memiliki seorang gadis bukanlah hal yang mulia, tapi itu bukanlah kesalahan, dan yang gue liat, Ghie bahkan nggak terpaksa untuk mencoba membalas cinta elo Ner, Ghie gadis yang baik, hanya saja kadang hidup terlalu kejam untuknya.
Gue mesti gimana Ka
Gazka diam tak tau harus menjawab bagaimana, kurasa, aku harus bertindak, ini pasti mengejutkan apalagi ketika aku yang tak seharusnya mendengar hal ini malah begitu lancang menguping, tapi aku harus melakukannya.
Sorrykataku malu-malu, Gavner dan Gazka sedikit terkejut dengan cepat Gavner menghapus air matanya, dan Gazka memilih memandang langit agar air matanya tak tumpah, aku memeluk Gavner tanpa bicara, kali ini aku tak ingin menangis, memangnya kenapa bila dia akan pergi, masih ada waktu untuk mencintainya, masih ada waktu untuk membuatnya bahagia, walaupun pada akhirnya aku harus merelakan kepergiannya, tapi kematian bukanlah sebuah perpisahan, akan ada kenangan yang bisa kita ciptakan bersama selagi kita bersama, mulai sekarang, aku berjanji pada diri sendiri takkan lagi menjadi Ghie yang hanya akan bersedih, aku ingin berjanji untuk mengubah hidupku, demi Gavner dan demi diriku sendiri, jika pada akhirnya aku sendiri nanti akan ada kenangan-kenangan baik yang kusimpan tentangnya nanti. Ner, kita bakal jalanin ini sama-sama, okay dan dengan kedua tanganku aku menghapus air matanya.