MEMORIA - 35
Kami ketuk pintu-Mu pagi demi pagi,

Dosa kami meremangi terang cahaya-Mu.

Tumpahkan rahmat pada cangkir kami lagi,

Berbait ampun Kaulimpahkan lewat rahmat-Mu.

Meskipun jika di ujung tombak maaf-Mu

Kautancapkan tulah menikam lambung kami,

Darah lambung kami pekat membasahi tanah-Mu.

Semoga luka membuat bunga doa kami bersemi.

Karena waktu adalah rahmat-Mu yang luhur,

Kami untai doa seperti saat getar matahari

Meniupkan napas harapan di jantung Januari.

Semoga di depan pintu-Mu kami tersungkur,

Untuk menelusup ke rahim pulang dan menangis

Atau sekadar mati seperti daun ditebas kemarau.

Kami nyanyikan tobat dari tengah belenggu parau.

Di depan pintu-Mu, tiada henti kami mengemis.

(Naimata, Desember 2009)