nikahan. Kali ini di tempat salah satu tokoh masyarakat di kampung saya.
Undangan tamu pukul 09.00. Sebagai among tamu dan pihak yang akan berpidato menerima kedatangan tamu besan, saya sudah stand by di tempat acara, 30 menit lebih awal.
Pukul 09.15, tamu dari kanan-kiri rumah mulai berdatangan. Namun, tidak demikian dengan tamu dari keluarga besan. Saya dan beberapa teman panitia lainnya tengok kanan-kiri. Tak terasa, jam sudah menunjuk pukul 10.00, namun yang ditunggu belum juga hadir.
Udara mulai panas. Saya dengan setelan jas komplit, tidak terelakkan mulai basah oleh keringat.
Ibadah Itu Gampang
Tepat pukul 10.30, tamu besan dari Karanganyar muncul juga. Molor 1,5 jam dari waktu yang seharusnya. Acara demi acara langsung dikebut. Kebetulan, kali ini hidangannya dengan katering.
Satu jam acara berjalan, sampailah pada penghujung acara, yakni tausiyah. Tausiyah Pak Ustad ini yang akan saya bagikan. Tausiyah juga menjadi obat pelipur saya dan semua tamu yang lama menunggu.
Poin pertama, pahala bagi orang yang menghadiri undangan dari saudaranya sesama Muslim. Sungguh luar biasa. Pahalanya melebihi ibadah selama 60 tahun. Hal ini yang jarang diketahui orang. Jadi seharusnya, hanya dengan menunggu selama 1,5 jam itu tidak ada apa-apanya, jika mengingat iming-iming dari Allah tadi.
101
Terkadang, kita suka mengeluh hanya karena menunggu. Padahal, hanya duduk, masih bisa bercengkrama dengan teman kanan-kiri, dan men dapat hidangan yang komplit. Kurang pantas rasanya jika terus mengeluh. Apalagi jika sudah mengetahui pahala yang Allah janjikan.
Poin kedua, ternyata bagi kaum perempuan, apabila ingin meraih surga, syarat-syaratnya tidak sulit. Gampang dan murah. Syarat pertama, taat kepada suami. Semua perintah dari suami, selama itu tidak bertentangan perintah agama, hukumnya wajib untuk dilaksanakan. Sebagai seorang istri hendaknya taat dan patuh pada perintah suaminya. Mengikuti apa yang telah suami contohkan. Mudah, bukan
Syarat kedua dan ketiga juga tidak sulit. Sebagai perempuan Muslim yang baik pasti juga sudah menjalankannya, yakni sholat lima waktu dan puasa di Bulan Ramadhan. Sebuah ibadah yang tidak memerlukan biaya mahal dan waktu lama. Bahkan seorang istri bisa mendapatkan pahalanya sholat berjamaah sang suami jika dia support suaminya untuk selalu pergi ke mesjid. Mudah juga, kan
Syarat keempat adalah menjaga kehormatannya. Kehormatan di sini berarti menutup aurat, menjaga tingkah laku, menjaga diri dengan
102
pergaulan yang baik. Aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya, kecuali telapak tangan dan wajahnya. Apabila seorang perempuan keluar rumah maka wajib untuk menutupinya.
Dari semua yang tersebut tadi, perempuan mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya, tanpa dia bergantung kepada siapa pun, termasuk kepada suaminya.
Di sini tidak disebutkan, misalnya soal haji dan zakat. Haji berkaitan dengan tersedianya biaya dan mahram.
Demikian juga untuk zakat yang berkaitan dengan harta. Biasanya kepemilikan zakat ada di tangan kaum lelaki atau suami. Lelakilah yang berkewajiban bekerja atau mencari rezeki.
Apabila perempuan bisa menjalankan keempat syarat tadi, dia akan dipersilakan masuk surga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.
Subhanallah. Ayo para perempuan, sudah siap meniti jalan ke sana
28 April 2014