Aku masih mengingat ketika aku setiap pagi mengikat tali sepatunya, ketika harus membantunya mengaitkan kalung hadiah darinya, isi dari sebuah kotak kecil berpita yang ia tinggalkan di malam sehari sebelum Dante berulang tahun, sebelum aku mengetahui bahwa dia saudara sedarahku, aku masih mengingat saat kami melewati malam-malam di halaman belakang hanya untuk menatap bintang, ada kalimat yang selalu dia katakan. Yang membuatku sedih tapi juga menguatkanku
Ghieketika aku pergi nanti, maka kenangan yang aku punya tentang kamu adalah kamu akan selalu terlihat cantik, kadang aku merasa takut dengan hal-hal yang tak akan mungkin kujalani, karena aku akan pergi sebelum menghadapinya, aku takkan pernah melihat kamu yang beruban, kamu yang penuh kerutan, itu adalah sisi baiknya dari meninggalkanmu dalam waktu cepat
Hari demi hari aku lalui dalam kecemasan, dan malam selalu menyiksaku, setiap malam aku pasti menyelinap ke kamarnya hanya untuk memandangnya, atau lebih tepat untuk memeriksa apa dia masih bernafas, aku akan merasa tenang ketika mendengar dengkur pelannya, ini sungguh luar biasa, Gavner telah hidup lebih daripada prediksi awal, tiga sampai lima tahun, sekarang bahkan delapan tahun telah berlalu, dan Gavner walaupun tidak bisa dikatakan sehat tapi dia telah sangat berusaha untuk mensugestikan dirinya bahwa dia tidak sakit, dan apa yang terjadi, dia belum lumpuh total,walaupun menggunakan kursi roda, tapi dia masih bisa berbicara walaupun orang-orang kurang mengerti apa yang dikatakannya, peduli apa asal aku bisa memahaminya.
Cinta telah menyembuhkan segalanya, derita yang kupunya, sakit yang dialami Gavner, hingga mitos bodoh tentang anak yang dibuang hanya karena ibunya merelakan nyawanya untuk kehidupannya, Gazka mendapatkan kembali ayahnya, ketiga pria itu menjadi sebuah keluarga dan aku menjadi bagian dari mereka, aku sangat beruntung bukanaku memang selalu beruntung, hanya saja aku tidak menyadarinya. Inilah harinya, hari teristimewa untukku untuk Gavner, dan untuk semua orang.
Tuan Putri, bisa keluar kamar sekarang itu suara mantan kekasihku, kakak lelakiku sekarang, dia terlihat tampan, dia yang akan mengantarkanku pada Gavner, menjadi pengganti ayah, sekarang aku bisa mencintainya dengan rasa yang seharusnya.
Aku tersenyum padanya
Calon permaisuri..Dante sedikit menggodaku, Gavner akan menggantikan ayahnya setelah menikahiku, hari tepat diusianya yang kedua puluh lima, ini hari ulang tahunnya, inilah hari pernikahannya, inilah hari ketika ia mendapat tahtanya, tapi kebangsawanan hanyalah bentuk dari keunikan masa lalu, ini hanyalah sebagai lambang, tapi jauh dalam lubuk hatiku, dia tetaplah rajaku.
***
Semuanya sempurna sekarang, ikrar pernikahan telah diucapkan, aku mencium tangannya sebagai bentuk baktiku, dan setelah itu Gavner mencium keningku, dia terlihat tampan walaupun ada gurat pucat dan lelah di wajahnya, kursi roda tak membuatnya terlihat cacat dia lebih sehat dari siapapun yang berada di sini.
Ghie aku mendengar bisiknya, aku mendekatkan telingaku ke bibirnya, dia
mencium pipiku pelan dan dia berbicara lagi, sulit baginya untuk berbicara tapi hari ini dia sudah sangat berusaha, dia menjadikan semuanya sesempurna yang aku inginkan, mata hazel itu terlihat bercahaya sekarang, aku bahkan sudah lupa mata ini telah menyimpan kesedihan di masa
lalu.
Aku mencintaimudengan pelan, terbata dan agak bergetar dia berhasil mengatakannya. Ghieizinkanku memelukmu sekali ini, aku berdiri di depannya dan dia memelukku, kehangatan yang kurasakan ini membuatku bahagia, beberapa orang memberikan kami senyum bahagia, kupejamkan mata mencoba meresapi pelukan ini, rasa yang sangat menyenangkan, rasa yang sangat indah, tapi ketika sebuah gulir air mata menyentuh kulitku, terasa pedih itu, terbuka lagi luka itu, sakit dan ketakutan itu datang lagi, tapi hati menguatkan aku, aku sudah berjanji untuk takkan sedih lagi, dan aku harus menepati, menepati janji untuk orang yang paling aku cintai, ketika hembusan nafas itu tak terasa lagi, aku tau dia telah pergi.
Ner, izinkan aku bersedih sekali ini saja, izinkan aku menangis sekali ini saja katakata itu bergulir pelan dari bibirku, bersamaan dengan menetesnya air mataku.
Aku merasakan pelukan lain di sana, Gazka.
Ghiegue turut berduka cita, ucapkan selamat jalan aku merasakan suara itu sebagai bisikan dari bawah alam sadar, aku masih memejamkan mata, ini hanyalah mimpi, hanya mimpi, hingga aku tak menyadari sampai berapa lama aku memejamkan mata dan berpura-pura ini hanya mimpi, ketika tangan-tangan mulai melepaskanku dari Gavner dan bisikan menguatkan seperti suara bising yang memekakan telinga.
Ketika tangisku pecah dan aku kembali ke realita, kenangan menuntutku untuk terus menepati janji, halusinasi suara Gavner menyadarkanku.
Ini perjuangan kita Ghie, terima kasih karena menjadi Ghie yang membuatku
bahagia, terima kasih karena tidak lagi menangis, terima kasih karena telah menjadi Ghie yang kuat, janji untuk melepaskanku dengan keikhlasan, terima kasih Ghieterimalah kehilangan ini sebagai rasa untuk menyadari bahwa kamu pernah memilikiku, terima kasih permaisuri hatikuGhie.
Aku tau itu hanyalah halusinasi, tapi suara itu membuka mataku, untuk kuat mengantar
Gavner ke peristirahatan terakhirnya, hidup bukan hanya tentang memiliki tetapi juga tentang berusaha untuk terus memiliki, dan aku akan memiliki banyak kenangan indah untuk melanjutkan hidupku, akan ada banyak kesempatan ke depannya, dan aku punya banyak bekal untuk menghadapinya. Aku berjanji, aku akan terus menjalani hidup dalam kebahagiaan, jika bahagia itu tidak datang, maka aku akan mendatanginya, tapi jika tak ditemukan, maka berpurapuralah untuk terus berbahagia, dan bahagia itu akan menjadi kenyataan.
Ghie, kita bakal jalanin ini sama-sama, okay dan dengan kedua tangan itu menghapus air mataku, dia bukan Gavner tapi Gazka.
The End
Untuk semua orang yang tak pernah berhenti berusaha agar bisa bahagia
20 Juli 2011