MEMORIA - 36
Pernah kita kayuhkan bilah-bilah air mata

Pantai kehilangan menyangsikan arah

Telah kita asah jejarum paling musykil

Kita letakkan kompas paling permata

Tatap mata yang menjadikan kita gerah

Dengan jiwa gembira rindu lekas dicungkil

Tak pernah kita tebak arah kedatangan

Bahkan dengan angin yang mengibar layar

Padahal pantai selalu menandai kepulangan

Sebelum mantra-mantra cinta lekas berkabar

Gundah paling rindu telah kita timang

Di dermagamukah pekayuanku getas

Cinta yang kita dekap senantiasa gamang

Lalu nyanyi apakah yang perlahan meretas

(Naimata, Desember 2009)