YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 36
Kemarin, ketika saya berada di Cirebon, saya sempatkan untuk berjalan sehat sehabis Sholat Subuh. Rute yang saya pilih adalah jalan di pinggiran sawah. Selain tidak terlalu banyak kendaraan yang lalu lalang, juga bisa melihat banyak tanaman hijau.

Ketika melintas, saya melihat sekumpulan ibu-ibu, sekitar 10 orang, yang sedang duduk di pinggir jalan. Saya tidak tahu apa yang mereka tunggu. Mereka adalah tenaga yang dibayar untuk menanam padi. Profesi yang semakin hari semakin berkurang jumlahnya. Di Solo, saya sering mendengar, kalau akan menanam padi (tandur) harus menunggu beberapa hari, bahkan lebih dari seminggu untuk dapat giliran.

Ketika saya sapa, mereka membalasnya dengan ramah. Beberapa saat saya perhatikan, mereka asyik berbicara satu dengan lainnya. Tidak saya temukan wajah yang muram atau galau, istilah anak muda sekarang. Semua sumringah. Lebih sumringah lagi ketika saya keluarkan HP dari saku dan saya minta izin untuk memotretnya.

104

Saya foto, ya, Bu, ucap saya.

Permohonan saya disambut para ibu dengan teriakan, tanda setuju.

Saya mendapat pelajaran bagus pagi itu. Ibu-ibu ini antusias menyambut pagi hari dengan gembira, penuh semangat. Saya dan kawan-kawan yang membaca tulisan saya ini tentu jauh lebih beruntung dari mereka. Malu rasanya kalau di pagi hari saat memulai aktivitas di rumah atau bakal pergi ke kantor, yang ada adalah rasa ogah-ogahan. Atau malah masih ditambah dengan keluhan-keluhan.

Saya pikir perlu dicek ulang, bagaimana kita mengatur waktu kita di pagi hari. Beberapa hal perlu diperhatikan agar pagi kita menjadi menyenangkan. Syukur lebih produktif.

Pertama, ketika membuka mata untuk pertama kali, sampaikan rasa syukur mendalam kepada Yang Maha Memberi hidup ini. Ketika kita menengok anak, istri, atau orangtua kita, yang kita dapati adalah masih diberinya kesempatan untuk bersama-sama mereka menapaki kehidupan yang indah di dunia ini.

Sampaikan rasa syukur dengan sholat dan berdoa. Tidak aneh bila banyak kemuliaan akan kita dapat jika kita banyak beribadah pada pagi hari, terlebih sebelum Subuh tiba.

Kedua, sebisa mungkin berolahraga. Olahraga amat penting. Setelah seharian beraktivitas dan istirahat tidur malam, badan perlu disiapkan untuk beraktivitas pada hari berikutnya dengan olahraga.

Tidak perlu waktu banyak, sebenarnya. Kalau memang tidak punya waktu banyak pada pagi hari, cukup alokasikan maksimal 15 menit.

Masih juga tidak punya

Waktu 15 menit bisa kita gunakan untuk lari-lari di halaman atau di jalan. Larilah sekencang-kencangnya. Apa yang kita rasakan Pastilah degup jantung yang cepat. Itulah intinya olahraga. Kita pacu agar jantung kita bekerja dengan baik.

Ketiga, hindari berlama-lama di kamar, rebahan, atau nonton TV. Mengapa Kantuk akan kembali datang dan muncul keinginan tidur kembali. Sebenarnya, tidak salah apabila ingin kembali tidur karena memang masih sangat lelah. Asalkan tidak menjadi kebiasaan.

Usahakan cari kegiatan di luar ruangan. Bisa mencuci motor, membersihkan halaman, dan tentu masih banyak lagi yang lainnya.

Seperti apa kualitas hari-hari kita, sangat ditentukan bagaimana kita bisa mewarnai waktu pagi kita. Setuju Yuk segera kita mulai.

08 Mei 2014