MEMORIA - 37
Mencari suaramu di antara lindap cahaya,

kutemukan pagi yang menyinari hariku.

Tapi reremang matamu tetap menikamku

seperti gempur gerimis menghunjam pagi.

Jika bukan sembilu,

maka pastilah matamu itu api

yang menyebar ke segala penjuru

mata angin untuk menemukan aku.

Panas. Itulah yang menuntunku kepadamu.

Terima kasih telah mencintaiku.

(Naimata, Desember 2009)