tidak kunjung menghidang ayam taliwang
orang-orang akan kembali lupa menyebut di salah satu sudut menu aroma jeruk nipis, tumis bumbu halus dan terasi dulu pernah disebut negarakertagama
sebagai yang kelima
maka di bagian itu, hanya tersisa lubang
yang dalam dan panjang tempat dante mendaki neraka sebelum diusir tuhan
untuk bersalaman dengan wabah hitam
kau, tak akan menungguku di poto tano dengan lidah yang menjulur lapar dan liur yang menggelepar dan ikan-ikan yang gemetar karena tercemar kerinduan kita akan berharap, di kehidupan selanjutnya lebih baik menjadi seekor ayam
yang matinya tentu
sebab menunggu waktu tak pasti dari maut
adalah khianat angin
pada selembar daun yang lemah
sebelum kita menyadari betapa rapuh tulang rusuk
digerogoti kesepian