Jumat di Masjid Fatimah; tidak di masjid sekitar hotel. Alasannya, masjid yang dibangun pemilik Batik Danar Hadi tersebut nyaman dan khotibnya bagus-bagus.
Beberapa saat sebelum sholat dimulai, takmir masjid mengumumkan bahwa khotib sekaligus imam Sholat Jumat adalah Ustad Muhammad Husni Thamrin. Saya kenal dengan ustad muda ini, karena pernah beberapa bulan berguru pada beliau. Tema khotbahnya, persiapan menyambut Ramadhan. Saya coba untuk menyampaikan kembali kepada teman-teman.
Tidak terasa, 22 hari lagi Bulan Ramadhan akan tiba. Kebanyakan dari kita masih belum melakukan persiapan untuk menyambut kedatangannya. Setidaknya, ada 3 persiapan yang perlu dilakukan untuk menyambut datangnya bulan mulia tersebut.
110
Pertama, persiapan ruhaniah. Beberapa amalan yang termasuk dalam kelompok ini, di antaranya banyak berdoa. Sejak dahulu, ketika Ramadhan akan tiba, mulai Bulan Rajab para sahabat banyak berdoa.
Doa bisa dengan bahasa kita sendiri, atau pun doa seperti yang sudah dicontohkan para sahabat. Di antaranya Allahumma bariklana fi rajabi wasyaban wabalighna ramadhan (Ya Allah, berkahilah kami di Bulan Rajab dan Syaban dan sampaikanlah kami di Bulan Ramadhan).
Berikutnya, banyak berpuasa. Nabi banyak berpuasa di Bulan Syaban. Ketika para sahabat bertanya, beliau menjawab, Syaban adalah bulan di mana amalan manusia diangkat. Aku mau ketika amalan itu diangkat, aku sedang berpuasa.
Termasuk persiapan ruhaniah adalah banyak membaca Al-Quran dan saling memaafkan. Memang sebaiknya dua hal ini sudah menjadi kebiasaan setiap hari. Membaca Al-Quran tidak harus menunggu datangnya Bulan Syaban. Rumah kita mesti dihiasi dengan bacaan Al-Quran.
Begitu juga soal saling memaafkan. Begitu berbuat salah kepada yang lain, lebih baik segera meminta maaf. Namun demikian, di sini ditekankan pentingnya hal itu dilakukan sebelum Ramadhan tiba agar kita bertemu bulan mulia tersebut dengan hati yang bersih.
Persiapan yang kedua adalah persiapan ilmu. Amal tanpa ilmu akan sia-sia. Sedemikian pentingnya ilmu. Bahkan Nabi bersabda, Banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Sungguh sangat disayangkan jika hal itu terjadi pada kita. Maka perlu terus ditambah ilmu tentang puasa dan Bulan Ramadhan, sehingga kita bisa memanfaatkan dengan optimal bulan mulia tersebut.
Tantangan bulan Ramadhan kali ini akan lebih berat, karena bertepatan dengan Piala Dunia. Perhatian akan terpecah ke televisi dan tidak
Ibadah Itu Gampang
mustahil, ibadah terganggu, karena banyak begadang. Bangun malam untuk menonton sepakbola tentu tidak salah, namun Tahajud dan qiyamul lail tentu tidak boleh terlewatkan.
Persiapan ketiga adalah fisik. Puasa membutuhkan stamina prima. Mulai saat ini, istirahat, pola makan, dan olahraga perlu lebih diperhatikan. Termasuk dalam kelompok ini adalah pentingnya kebersihan mushola, masjid, dan rumah. Semangat beribadah akan lebih meningkat manakala semuanya lebih bersih.
Selain semua yang tertulis di atas, tentu perlu persiapan harta. Kebutuhan hidup sehari-hari pada Bulan Puasa tidak turun, justru malah meningkat. Bulan Puasa juga bulan berbagi atau sedekah. Maksudnya, sebaik-baik sedekah adalah di Bulan puasa.
Marilah kita bertekad untuk membuat puasa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bukankah kita ingin prestasi ibadah kita meningkat
07 Juni 2014