MEMORIA - 39
Kuuntai air mataku menjadi rosario

Sebab doaku berkisar pada kehilangan

Dan matahari semakin panas menyinari kapela.

Di pucuk air mata, kulihat Tuhan bersimbah darah.

Kusulam lagi benang tangis

Tapi air mataku menampilkan wajahmu.

Hingga aku tak tahu

Berapa peristiwa telah kudaraskan.

Tapi satu yang kuyakini

Lima peristiwa sedih masih menanti!

(Naimata, Desember 2009)