kata-kataku serupa jalinan akar bakau
menyembul dari hitam rahasia air payau.
kau memintaku berkisah tentang pergantian musim,
protes-protes di jalan raya, kota-kota jauh
yang bangkit melawan penguasa,
namun tiada yang kumiliki
selain kata-kata bersisik seperti akar bakau
dan nada bicara seorang pengidap asma.
tanpa pernah kuminta
kau nyanyikan lagu-lagu masa kanak
tentang buah-buahan hutan yang matang
serta keriangan burung-burung
yang tak memerlukan alasan.
namun telingaku sekadar rumah curiga
yang tak mendengar selain jerit gagak
dan salak anjing dari kota yang punah terbakar.
tiap-tiap percakapan kita adalah sebuah dunia,
semesta lebam milik orang-orang mati
tempat luka bergelak bagai hantu
di dalam waktu, mengatasi waktu.
/2011