PENINGGALAN MASA LAMPAU YANG MISTERIUS DAN UFO - 4
Apakah orang-orang pertama juga menggunakan obat-obatan antibiotika, anesthesia, pembedahan, dan sinar-X Menurut penyelidik-penyelidik tertentu, cara-cara pengobatan, yang baru akhir-akhir ini, yang relatif belum lama, kita ketahui, sebenarnya sudah diketahui ribuan tahun yang lalu. Kalau demikian, apakah semua ilmu-pengetahuan itu hanya merupakan suatu penemuan-kembali belaka Menurut pendapat-resmi, maka nenek-moyang kita telah menemukan obat-obatan dan cara pengobatan melalui cara, yang sama dengan cara yang kita tempuh, yaitu dengan cara mengadakan percobaan-percobaan. Akan tetapi teori itu kurang memuaskan bagi penyelidik-penyelidik tertentu. Menurut pandangan mereka, maka suatu kekuasaan atau kekuatan di luar manusia, yang datang dari suatu tempat TAK DIKENAL, telah membawa ilmu pengetahuan, yang dalam itu, kepada orang-orang jaman pra-sejarah.

Mungkinkah, berdasarkan kesimpulan yang terakhir itu, ilmu-pengobatan merupakan ilmu pengetahuan, yang berasal dari angkasa-luar

Sebuah Buku Obat-obatan Yang Sangat Hebat.

Buku obat-obatan merupakan dasar dari semua ilmu-pengobatan, dan mengemukakan macam-macam obat yang sama di kalangan orang-orang jaman dahulu, seperti jaman sekarang.

Menurut papirus Rind dari Dinasti XI, orang-orang Mesir kuno menggunakan suatu jenis jamur tertentu, yang namanya sayang sekali tidak disebut, untuk menyembuhkan luka-luka terbuka. Obat ini sangat menyerupai penisilin, yang diketemukan oleh Fleming. Walaupun demikian, papirus Mesir itu berasal dari jaman 2.000 tahun sebelum Masehi.

Demikian juga, obat-obatan antibiotika sudah ada pada jamannya orang-orang Yunani kuno, dan juga di kalangan orang-orang Cina jaman dahulu. Orang-orang Cina itu menggunakan rabuk panas dan gandum-kecap, yang diberi ragi, yang mempunyai khasiat sama dengan obat antibiotika, dan yang sejak masa itu menjadi sangat terkenal.

Walaupun orang telah beratus-ratus tahun, dengan rasa pasrah kepada takdir, mau menerima adanya malapetaka seperti penyakit-cacar, siphilis, tetanus dan lain sebagainya, namun sebenarnya orang-orang Hindu telah mengetahui secara mendalam soal vaksinasi.... kira-kira sejak 3.500 tahun yang lalu! Suatu uraian, yang diambil dari naskah orang-orang Brahman, Setya Grantham, mengenai suatu injeksi di bawah kulit terhadap penyakit cacar, berbunyi sebagai berikut:

Ambillah dengan pucuk sebuah pisau cairan isi bisul-cacar, dan injeksikanlah cairan itu ke dalam lengan seseorang, agar supaya dapat bercampur dengan darah orang itu.

Penginjeksian itu akan membangkitkan rasa demam, akan tetapi penyakitnya akan mudah berkurang tanpa disertai komplikasi.

Dari Ilmu-pengetahuan Tentang gigi ..... Sampai kepada Tukang Cabut Gigi.

Siapakah yang tidak pernah mendengar ceritera tentang para tukang cabut gigi dari Abad Pertengahan di Eropa Reputasi mereka yang menakutkan, yang diwariskan terus kepada para dokter-gigi jaman sekarang, mungkin tidak salah, akan tetapi penemuanpenemuan di bidang ilmu-purbakala, yang belum lama berselang terjadi, menunjukkan sudah adanya ilmu pengetahuan, yang mendalam, di bidang gigi di kalangan orang-orang Maya dan Mesir kuno.

Mumi-mumi, yang dikeluarkan dari peti-peti mati di Lembah Raja-raja, di Mesir bagian atas, memperlihatkan gigi-gigi palsu.

Kerangka orang-orang Maya, yang diketemukan sepanjang pantai Aina, di teluk Kampeche Meksiko, mempunyai puncak-gigi dan isi-gigi terbuat dari bahan, yang masih belum diketahui pada jaman kita sekarang ini.

Mutu hasil pekerjaan itu membuat heran dan kagum para sarjana modern. Bagaimanakah hasil-karya mereka itu dapat melewati ribuan tahun tanpa mengalami kerusakan, dan masih tetap berada dalam keadaan baik Suatu keajaiban lagi, yang merupakan lanjutan dari yang sudah-sudah.

Ilmu-bedah Jaman Pra-sejarah.

Operasi-operasi yang berjalan dengan baik, yang diperlihatkan oleh orang-orang prasejarah di bidang gigi, memberikan dugaan tentang telah adanya suatu pengetahuan tentang pembiusan atau mematikan-rasa.

Akan tetapi kita mengetahui dengan pasti, bahwa orang-orang Mesir kuno menggunakan bahan mineral, yang sampai sekarang belum kita kenal untuk mematikan rasa si pasien. Untuk itu, orang-orang Inca menggunakan kokaine. Rupa-rupanya orang-orang Inca itu telah mengetahui tata cara amputasi dan pembedahan.... pada kira-kira 2.500 tahun yang lalu. Sebagai bukti mengenai hal itu, di dalam kuburan-kuburan orang-orang Inca telah diketemukan sejumlah besar alat-alat pembedahan, mata-panah, pisau-bedah, pisauperunggu, pinset dan jarum. Malahan diketemukan juga tengkorak-tengkorak bekas dioperasi.

Suatu Pembedahan .... 2.500 Tahun Yang Lalu

Kalau masih ada orang yang ragu-ragu, di bawah ini diungkapkan sebuah laporan mengenai pembedahan, yang dilakukan di Cina 2.500 tahun yang lalu, dan dilaporkan dalam riwayat Hou Han Chou.

Dia (dokternya) menyuruh pasiennya menelan bubuk obat-bius, yang dicampur dengan anggur. Segera setelah si pasien mabuk dan kemudian pingsan, dia membuat suatu goresan pembedahan di perut atau di punggung, untuk mengambil setiap pertumbuhan, yang mengganggu dan membahayakan. Kalau perutnya atau isi perutnya (usus) yang terkena infeksi, maka dia membersihkan sama sekali bagian-bagian itu setelah dia terlebih dahulu mengambil semua bagian yang tercemar dan menimbulkan infeksi itu dengan menggunakan pisau-bedahnya. Dia kemudian menjahit luka-lukanya dan menggunakan semacam salep yang mentakjubkan, yang menyembuhkan luka-luka itu dalam empat atau lima hari; setelah lewat sebulan, si pasien telah sembuh sama sekali.

Akan tetapi ilmu-pengetahuan di Cina tidak berhenti sampai di situ saja. Dalam abad ke 3 sebelum Masehi, Kaisar Tson Shi, mempunyai sebuah Cermin-gaib, yang dapat menyinari tulang-tulang tubuh . Apakah ungkapan, yang jelas itu, menyinggung sinar-

X

Kita mempunyai beberapa gambaran perincian mengenai cermin itu, yang tingginya 1,76 meter dan lebarnya 1,22 meter, dan disimpan di dalam istana Hien Yang di Changsi. Benda itu memantulkan gambar-kebalikan, akan tetapi tulang dan alat-alat dalam tubuh dapat dilihat dengan jelas, sehingga memungkinkan dapatnya segera diketahui, bilamana ada luka atau kerusakan. Bukankah gambar demikian itu, yang menjadi angan-angan ilmu pembuatan gambar sinar-X, yang kini masih dicari cara-cara pembuatannya

Siapakah Dr. Cabrera Itu

Akan tetapi misteri yang jelas paling aneh adalah museum batu-batu Dr. Cabrera di kota Ica di Peru. Sejumlah batu-batu itu melukiskan pembedahan-pembedahan menurut ilmubedah, yang sudah tinggi tingkatannya. Siapakah Dr. Cabrera itu, dan apakah maksud diadakannya museum itu dipandang dari sudut ilmu-pengetahuan

Javier Darquea Cabrera, seorang keturunan dari Don Luis-Jeronimo, penemu kota Ica di tahun 1563, merupakan salah seorang yang paling menonjol di kalangan cerdik-pandai di Peru. Dia adalah seorang akhli-bedah di rumah-sakit buruh di kota Ica, pemimpin pekerjaan penyelidikan, seorang anggauta Dewan Kota Ica, seorang akhli biologi dan akhli-antropologi. Tambahan lagi, dia dianggap sebagai seorang di antara akhli-akhli yang paling baik mengenai pra-sejarah Amerika.

Dia tetap berkata, bahwa cintanya kepada negaranya, Peru, dan kepada pra-sejarah, mendorongnya untuk menemukan suatu harta benda yang tak dapat diperkirakan nilainya, yang menggulingkan semua teori tentang ilmu-pengobatan jaman kuno.

Suatu Koleksi Yang Aneh.

Di lantai bawah sebuah bangunan, yang sangat besar dan mewah, yang menghadap ke

Plaza de Armas di Lima, diketemukan museum Dr. Cabrera yang dirahasiakan. Lima

buah ruang utamanya diisi dengan rak-rak yang kokoh, di atasnya mana dipertunjukkan ribuan buah batu. Beberapa buah batu, yang lebih berat, terdapat di lantai. Dr. Cabrera menyatakan, bahwa masing-masing batu itu, semuanya, telah diberi indeks, dimasukkan dalam penggolongan, dan ditaroh di tempat sesuai dengan urutan penggolongannya. Dia mengatakan, bahwa keseluruhan batu-batu itu berjumlah sebelas-ribu, dan ada beberapa buah diantaranya, yang masing-masing beratnya sampai mencapai 200 kilogram. Batubatu berbentuk balok, batu kerikil bundar-bundar, batu-batu datar, semuanya kelihatan mengkilap berwarna agak abu-abu, atau agak kuning kemerah-merahan.

Masing-masing batu itu, semuanya, ada ukiran-ukirannya. Semua disainnya jelas dan cermat. Garis-garisnya jelas; garis-garis lengkungnya seakan-akan dibuat dengan sebuah jangka, dan garis lurusnya tidak terputus, seakan-akan ditarik dengan sebuah penggaris. Pekerjaan disaiannya rumit, dan susunannya berimbang. Dr. Cabrere mengatakan kepada para tamunya, bahwa orang-orang, yang telah mengukir disain-disain itu, merupakan orang-orang, yang mempunyai tingkat kecerdasan otak yang tinggi.

Mengingat berbeda-bedanya benda, kekhususan dari tiap-tiap disain, dan berbedabedanya arti bentuk disain, maka kita terpaksa menduga, bahwa sejumlah besar tukangukir, secara berturut-turut selama jangka waktu yang panjang, telah dipekerjakan dalam menyelesaikan pengukiran disain-disain itu.

Buku dari batu itu, istilah yang digunakan oleh Dr. Cabrera sendiri, mengungkapkan kepada mereka, yang dapat memecahkan artinya, penghidupan sehari-hari orang-orang jaman pra-sejarah, ilmu pengetahuan mereka, yang tinggi dan mendalam, di bidang biologi, pembedahan, astrologi, ilmu bumi dan ilmu alam.

Dr. Cabrera menyatakan dengan tegas dan pasti, bahwa batu-batu itu keseluruhannya merupakan dokumen-dokumen pra-sejarah, yang paling lengkap dan paling banyak memberi penerangan, yang pernah diketemukan oleh manusia.

Dari Manakah Asalnya Batu-Batu Kota Ica Itu

Dr. Cabrera tidak ingin mengungkapkan asal mula atau tempat asal harta bendanya, yang tidak ternilai itu. Sebenarnya, dia merasa terombang-ambing antara dua perasaan, yang saling bertentangan. Di satu fihak, dia ingin mengungkapkan tempat, di mana dia telah menemukan batu-batu itu, untuk mengakhiri gerakan menjelek-jelekkan namanya yang dilakukan oleh para sarjana dari semua bidang. Beberapa orang sarjana telah sampai mengatakan, bahwa dia telah membayar para petani di daerahnya, untuk mengukir dan mewarnai batu-batu itu! Akan tetapi di lain fihak, dia ingin tetap menyimpan rahasianya untuk menghindari datang mengalirnya para pengejar sensasi atau orang-orang yang hanya ingin tahu belaka, dan juga untuk menghindari bahaya perampokan. Dia menjelaskan keadaannya itu sebagai berikut:

Saya telah dapat mengumpulkan 11.000 buah batu, akan tetapi masih amat sangat banyak lagi yang ketinggalan. ( Dalam suatu percakapan lain, Dr. Cabrera memperkirakan jumlah batu itu sebesar 100.000) Saya ingin melengkapi koleksi saya sampai semaksimal mungkin..... Pokoknya, sebelum saya membuka rahasia saya, saya terlebih dahulu ingin memperoleh pengakuan dari sebuah komisi, yang terdiri dari akhli-akhli ilmu pengetahuan, bahwa saya adalah seorang anggauta kelompok mereka; saya juga menginginkan agar Pemerintah Peru mengadakan sistim penjagaan tetap, untuk melindungi harta kekayaan nasional itu .

Akan tetapi, rahasia yang ingin disimpan oleh Dr. Cabrera itu, sebenarnya, sedikit-banyak sudah menjadi suatu rahasia umum. Daerah, di mana batu-batu terukir itu diketemukan, sudah diketahui sampai pada jarak sejauh kira-kira satu kilometer. Letak daerah itu adalah kira-kira 30 km di sebelah Barat Daya kota Ica, di dekat Ocucaje di sekitar sungai Ica. Untuk sebagian besar, batu-batu itu dipendam dalam gua-gua besar atau dalam kuburankuburan.

Di Ocucaje sendiri, setiap keluarga petani mempunyai beberapa buah batu itu (piedras), yang terukir sangat bagus. Pada waktu para petani itu pergi ke kota, maka yang lebih pandai di antara mereka, membawa dan menjual batu-batu mereka kepada para pelancong yang ber-uang.

Bagi yang kurang pintar, batu-batu itu dibiarkan tersebar dalam kandang-kandang ayam atau di halaman rumah mereka. Demikian banyak jumlah batu itu! Dari generasi ke genarasi, dari ayah ke anak, mereka semua mengetahui tempat batu-batu itu.

Kalau batunya cukup besar, dan kalau disainnya kelihatan baik dan cermat pembuatannya, maka mereka menjualnya kepada Dr. Cabrera yang baik.

Benda-benda terukir itu (garabados) sebenarnya sudah diketahui, setidak-tidaknya sejak abad ke 17. Batu-batu tidak lebih banyak menarik, perhatian daripada potongan-potongan batu api atau periuk-belangga Paracas, yang banyak diketemukan di daerah itu. Nilai kekayaan, yang tinggi, dari warisan pra-sejarah dalam bentuk batu-batu kota Ica itu, tidak dipedulikan oleh orang-orang Peru.

Apakah orang-orang Jaman Pra-sejarah

Melakukan Pemindahan Jantung

Sebagian tertentu dari batu-batu itu ada hubungannya dengan bidang pengobatan, dan pada pandangan pertama sudah menampakkan adanya tingkat kemajuan, yang lebih tinggi daripada tingkat pengetahuan kita sendiri. Menurut dokter yang baik itu, pasien jaman dahulu beruntung bisa mendapatkan obat-obatan, yang bermutu tinggi. Beberapa di antara batu-batu dengan disain menarik, menunjukkan suatu pembedahanKaisar secara terperinci; pengambilan contoh darah dan, malahan lebih mengagumkan, pemindahan hati, jantung dan otak!

Menurut batu-batu yang sama itu, pembedahan itu dapat berjalan secara sempurna, karena para akhli-bedahnya benar-benar menguasai teori pembedahan dan sangat tangkas.

Marilah kita, sebagaimana dianjurkan oleh Dr. Cabrera, memeriksa salah sebuah dari batu-batu pengobatan, yang menunjukkan suatu kelahiran bayi melalui pembedahan kaisar.

Wanita, yang hendak melahirkan, ditidurkan terlentang telanjang di atas semacam tempat tidur untuk berkemah ( veld-bed). Akhli-bedahnya memijit-mijit perutnya untuk mengatur kedudukan si bayi, yang kita lihat secara samar-samar, dalam keadaan yang seharusnya. Pisau bedahnya kelihatan terletak di tempat pada jarak, yang mudah terjangkau oleh raihannya. Mata pisaunya telah diasah hingga sangat tajam. Dengan suatu gerakan yang tepat dan pasti, akhli bedahnya membuat goresan pembedahan. Tangannya lain, yang bebas, melanjutkan memijit-mijit perut si pasien. Si wanita rupa-rupanya mengalami penarikan-penarikan untuk melahirkan. Dia telah menarik lutut-lututnya ke atas. Akan tetapi akhli bedahnya telah mengangkat keluar si bayi; seorang pembantu menolong tugas pekerjaannya yang sulit itu. Sebuah pipa, yang pada ujungnya terdapat sebuah bola-penekan, dimasukkan ke dalam mulut si pasien. Apakah alat itu merupakan sebuah alat untuk melayani pemberian udara atau oxygen, ataukah untuk memasukkan cairan secara perlahan-lahan Ataukah untuk mengatur suatu pembiusan Yang jelas adalah, bahwa pasiennya kelihatan seakan-akan sedang tidur; tangannya tidak lagi ditekankan pada perutnya. Kepala bayinya sudah berada di luar perut sang ibu. Pembedahannya telah berjalan dengan baik.

Lebih Pandai Daripada Dokter Barnard

Apakah pernyataan-pertanyaan Dr. Cabrera hanya merupakan omong-kosong belaka, dengan maksud untuk menguatkan teori-teorinya di bidang pra-sejarah. Kelihatannya tidak, sebab, baru-baru ini, apa yang dinyatakan pada batu-batu itu, telah dibenarkan oleh laporan Professor Marmadjaidjan mengenai ekspedisi ilmiah di Asia Tengah daerah Rusia, yang telah dipimpinnya sendiri.

Laporan itu menyatakan, bahwa pemindahan jantung telah dicoba dan dilakukan dengan hasil baik pada jaman pra-sejarah. Professor Marmadjaidjan sebenarnya telah menemukan delapan buah kerangka manusia, yang menunjukkan bekas-bekas pembedahan secara ilmiah pada tulang-tulang di ujung rongga dada. Tebalnya periosteum membuktikan, bahwa pembedahan itu berjalan dengan baik. Dapatlah segera ditentukan, bahwa setelah pemotongan tulang-tulang rusuk, mereka tentu telah melakukan penanaman jantung. Menurut professor kita, perbuatan berani, yang mengagumkan itu, telah dilakukan 100.000 tahun yang lalu.

Menurut pandangan Dr. Cabrera, batu-batu kota Ica merupakan bukti, yang nyata dan tidak dapat disangkal, bahwa ilmu pengetahuan nenek moyang kita berada dalam tingkatan yang lebih tinggi daripada pengetahuan kita sendiri. Professor Barnard, yang telah mempunyai nama sebagai orang pertama dalam abad ke 20 ini, yang telah mengusahakan pemindahan dan penanaman jantung, menggunakan suatu cara, di mana dia tidak mengganti organisme keseluruhannya. Dia memilih cara, untuk mengganti bagian yang rusak dengan suatu bagian yang baik. Bagian baik, yang dibutuhkan itu, diambil dari jantung orang yang sudah mati, yang pernapasannya dipertahankan bekerja secara buatan.

Nenek-moyang kita mempunyai cara, yang sama sekali berlainan dengan cara kita. Ini menyangkut persoalan penggantian keseluruhannya dari jantung dan urat nadi serta pembuluh darah lainnya.

Pelaksanaan pembedahan demikian, diuraikan secara cermat dalam ukiran-ukiran pada sejumlah batu-batu itu. Pembedahannya dimulai dengan pengambilan darah dari wanita yang hamil. Darahnya dikumpulkan secara cermat oleh akhli bedahnya sendiri. Dia ruparupanya mengawasi agar pembedahan berjalan sebagaimana mustinya.

Dr. Cabrera mengemukakan teori, bahwa darah seorang wanita yang mengandung, berisi hormon, yang dalam persoalan penggantian organisme, meniadakan gejala penolakan, yang sangat berbahaya bagi si pasien. Sudut pandangan itu tidak disangkal oleh ilmu pengetahuan. Dengan demikian, maka tampaklah, bahwa orang-orang jaman pra-sejarah sudah mengetahui adanya problema mengenai penolakan, dan bahwa mereka telah menemukan cara-cara untuk menghindari terjadinya hal itu.

Cara-cara, Yang Digunakan Oleh Para Akhli-bedah Jaman Dahulu.

Pada batu-batu yang berikut, akhli bedahnya kelihatan melanjutkan membersihkan jantung, yang berasal dari donornya. Dari mulut si donor tidak kelihatan keluar nafas; dia kelihatannya sudah mati. Seorang pembantu memegang seluruh talam, yang berisi bermacam-macam alat pembedahan. Dokternya mengetok-ngetok untuk terakhir kalinya dada si pasien, dan kemudian mulai memotong. Dengan gerakan-gerakan tangan yang tepat, pembantunya memberikan alat-alatnya secara berurut-urutan. Jantungnya kini telah dikeluarkan dari rongga dada, akan tetapi masih belum terlepas dari tubuh, karena masih bersambungan dengan urat nadi. Beberapa goresan lagi dengan pisaunya, dan akhli bedahnya memegang keseluruhan organismenya dalam tangannya. Kemudian dia melanjutkan dengan pembersihan secara cepat, dan seterusnya menghubungkannya dengan aorta-nya dan vena cava wanita yang mengandung itu, yang masih berada dalam keadaan tidur nyenyak.

Kalau kita melanjutkan bacaan pada batu-batu terukir itu, maka kita melihat akhli bedahnya tidak membuang-buang waktu, ketika dia mulai dengan pasiennya. Dia menyisipkan sebuah jarum ke dalam pembuluh darah di lengan dan memasukkan darah yang diambil dari wanita mengandung itu. Secara samar-samar kita dapat melihat jantung si pasien. Jantung itu terkena penyakit yang menyedihkan. Sebagian jantung itu terluka dan tertekan, seakan-akan menunjukkan adanya jaringan yang mengeras. Pada waktu itu si pasien masih sadar. Segera kemudian, dia tidur, mungkin karena akibat pembiusan. Akhli bedahnya menggores rongga dada, menggergaji tulang-tulang rusuknya, dengan cermat memotong aorta dan pembuluh-pembuluh darah lainnya, dan mengambil jantung dalam keseluruhannya. Pasiennya hanyalah merupakan tubuh tanpa kehidupan. Dokternya mengambil jantung si donor, yang masih dialiri darah si wanita yang mengandung, dan memasukkan jantung itu ke dalam rongga dada yang menganga. Kemudian, dengan sangat cekatan, dia memperbaiki lagi kelangsungan urat-urat nadi dan pembuluh darah lain-lainnya. Pekerjaannya sangat cermat, dan meminta segenap perhatiannya. Dan akhirnya sampailah dia pada bagian pekerjaan yang terakhir, yang nantinya akan menjadi bekas luka operasi. Selama waktu terjadinya pembedahan itu, si pasien diberi oxygen dan cairan secara perlahan-lahan melalui sebuah pipa lewat kerongkongan. Akhlibedahnya telah menyelesaikan pekerjaannya menjahit lewat kerongkongan. Akhlibedahnya telah menyelesaikan pekerjaannya menjahit menutup lukanya; dia mengenakan stetoskop pada telinganya, dan mendengarkan untuk pertama kali detak-jantung pasiennya. Dia merasa puas, dan memberesi semuanya. Pembedahannya telah berlangsung dengan baik; pasiennya hidup, dan sebuah jantung baru berdetak dalam rongga dadanya.

Pemindahan Otak.

Nenek-moyang kita dengan pasti mempunyai ilmu pengetahuan yang sempurna mengenai pemindahan dan penanaman organisme, dan malahan mereka berani mengadakan pemindahan otak. Sekali lagi, batu-batu kota Ica merupakan bukti nyata bagi kita.

Pasiennya berbaring tertelungkup; dia telah dibius, dan tidak sadarkan diri. Rambut kepalanya dicukur. Dengan sebuah alat, yang nampak seperti jangka, akhli-bedahnya menentukan batas-batas tempat yang akan dibedah. Kemudian dilakukanlah penggoresan dan pemotongan dengan pisaunya. Dari tengkorak, yang terbuka itu, keluarlah ular-ular. (Otak yang sakit melahirkan pikiran jahat pada manusia, karenanya, ular-ular) Otak si pasien dengan segera diambil. Kemudian akhli bedahnya mengambil otak penggantinya yang harus dipasang, dan membuat persiapan untuk memasukkan otak itu ke dalam tengkorak si pasien. Diduga, bahwa dia telah berhasil, sebab bagian terakhir dari pembedahan itu diuraikan pada sebuah batu, yang belum diketemukan. Mudahmudahanlah batu itu dapat segera diketemukan, dan akan dapat menguatkan dugaan, bahwa pembedahannya telah berlangsung dengan hasil baik.

Misteri Mengenai Asal-usul Ilmu-pengetahuan.

Apakah yang menjadi sumber kepandaian atau ilmu pengetahuan, yang demikian luas itu Rahasia mengenai asal-usul itu tetap tidak dapat dipecahkan sama sekali, dan para penyelidik hanya dapat mengemukakan pendapat atau perkiraan saja.

Apakah semua ilmu pengetahuan, yang hebat itu, telah dikirimkan kepada para penghuni bumi oleh makhluk-makhluk angkasa-luar pada jaman yang telah sangat jauh berlalu Pendapat itu tampak masuk akal, kalau kita mengingat kembali teori Jacques Bergier, yang telah pernah kita bicarakan. Dia berpendapat, bahwa bermacam-macam bencana, yang pernah dialami oleh manusia, ditimbulkan oleh makhluk-makhluk angkasa luar. Setelah mengajarkan ilmu pengetahuan mereka kepada manusia, apakah mereka hendak membinasakan manusia itu dengan menimbulkan malapetaka Dan apakah mereka, setelah itu, akan membiarkan manusia pada nasibnya yang menyedihkan