Teramat sayang waktu yang singkat ini tidak kita manfaatkan sebaikbaiknya. Alangkah malangnya jikalau nanti tiket sudah kita terima dan harus segera berangkat, namun persiapan bekal masih jauh dari siap.
Beberapa kawan bertanya kepada saya, seperti apa sebenarnya ibadah haji itu; mengapa harus bersegera berangkat; dan beberapa pertanyaan lain. Ada juga kawan yang datang dan menanyakan pengertian mampu. Bukankah haji itu diwajibkan bagi yang mampu saja Seperti apa pengertian mampu ini
Terus terang saya sangat senang dengan pertanyaan terakhir. Kebanyakan kita masih keliru dalam memahami definisi mampu. Mampu dipahami sebagai kondisi yang sudah berkecukupan atau kaya. Hal ini jelas keliru.
Pengertian bahwa haji diwajibkan bagi yang mampu, artinya mampu mengadakan perjalanan ke Tanah Suci dan jika sudah punya tanggungan keluarga, mereka tidak telantar selama ditinggal haji. Sederhana sekali, sebenarnya.
Kalau saya menghitungnya dengan rupiah, angkanya lebih kurang Rp40 juta rupiah. Dengan rincian, ONH sekitar Rp33 juta, uang untuk keluarga yang ditinggal sekitar Rp4 juta, dan Rp3 juta sisanya untuk uang saku.
Nantinya, dari Rp33 juta yang dibayarkan untuk ONH akan ada yang dikembalikan kepada jamaah calon haji untuk living cost selama di Tanah Suci. Besarnya 1.500 riyal, atau lebih kurang Rp4,5 juta. Jadi, total uang saku sebesar Rp7,5 juta rupiah; lebih dari cukup.
Nah, barangsiapa yang memenuhi syarat mampu seperti tersebut di atas, namun tidak segera menjalankan ibadah haji, teramat berat konsekuensi yang harus dipikulnya. Sewaktu-waktu ajal menjemputnya, dia akan dihitung meninggal dalam keadaan tidak Islam. Nauzubillah min zalik.
Haji adalah urusan yakin dan kurang yakin. Bagi orang yang kurang yakin menganggap haji hanya menghabiskan uang. Bukankah kebutuhan hidup kita masih banyak Belum punya rumah, belum punya modal untuk bekerja, belum punya motor atau mobil, belum punya tabungan untuk jaga-jaga kebutuhan yang mendadak, dan seterusnya.
Ibadah Itu Gampang
Seolah-olah jikalau kita lebih memilih berangkat haji terlebih dahulu, semua yang disebut tadi tidak akan bisa kita miliki. Di sinilah urusan yakin dan kurang yakin.
15
Cobalah tengok ke kanan-kiri kita; saudara atau kawan-kawan kita. Seperti apa kondisi ekonominya setelah menjalankan ibadah haji
Lebih baik atau lebih burukkah
Bukankah Allah sendiri yang menjanjikan akan mengganti setiap rupiah yang dibayarkan untuk haji dengan ganti yang jauh lebih besar Masih kurang percayakah dengan janji Allah tersebut
12 November 2013