Jawab: Tidak! Tidak ada ucapan apapun yang diajarkan kepada orang yang sekarat selain kalimat syahadat. Dan tidak pula diriwayatkan suatu ucapan tertentu bagi para hadirin yang ada di samping orang yang sekarat, ataupun bagi orang yang sekarat itu sendiri, selain kalimat syahadat.
Tetapi, jika di saat sekarat ini, para hadirin mengingatkannya dengan hal-hal yang membuat dia menjadi ber-husnudzan (berbaik sangka) kepada Allah Azza wa Jalla, atau mengingatkannya dengan rahmat Allah Azza wa Jalla yang sangat luas, atau mengingatkannya dengan hal-hal lain yang serupa, maka itu tidaklah mengapa.
Sebagaimana tindakan Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu anhu terhadap ayahnya. Abdullah Radhiyallahu anhu berkata kepada Amru bin Ash Radhiyallahu anhu, "Anda telah melakukan perbuatan ini, anda telah menyaksikan peperangan ini, dan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam telah bersaksi atas diri anda dengan hal ini." Sehingga, Amru bin Ash Radhiyallahu anhu dan siapapun yang sekarat menghadap kepada Rabb-nya dalam keadaan ber-husnudzan kepada-Nya. Maka, hal ini -insya Allah- tidak apa-apa.
76 HR. Muslim no. 1523, At-Tirmidzi no. 898, dan yang lainnya. HR. Abu Dawud dalam kitab Al-Janaiz no. 2709; juga Al-Hakim, 1/351; Al-Hakim menshahihkan hadits ini, dan pernyataannya disetujui oleh Adz-Dzahabi.