ISTIDLAL - 4
Di waktu haji wada Rasulullah bersabda, Aku tinggalkan padamu yang kalau kamu berpegangteguh padanya tidak akan tersesat selama-lamanya; Kitabullah dan Sunnah nabiNya, (HR. Muslim). Al-Quran dan Sunnah merupakan wasiat yang paling besar yang diberikan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Aufa ketika beliau ditanya; apakah Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam pernah berwasiat. Beliau berkata, Ketika Nabi berada di tengah perjalanan menuju Madinah selesai melakukan haji wada beliau berwasiat dengan sabdanya, Saya tinggalkan padamu dua yang berat; pertama, kitabullah yang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, dia tali Allah, barangsiapa yang mengikutinya maka dia akan mendapatkan petunjuk, barangsiapa yang meninggalkannya maka dia akan tersesat. Beliau terus menganjurkan yang demikian dan berkata; keluargaku, aku peringatkan kamu pada keluargaku, beliau mengulanginya tiga kali, (HR.Muslim).

Al-Quran memerintahkan untuk selalu berkumpul dalam kebenaran dan melarang berpecah belah. Allah Subhanahu wa Taala berfirman, (QS.Ali Imran: 103). Ibnu Katsir berkata, Allah menyuruh mereka untuk berjamaah (bersatu) dan melarangnya dari perpecahan. Dan banyak sekali hadits yang melarang berpecah-belah dan memerintahkan untuk berjamaah. Sebagaimana sabda Nabi, Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Taala menyukai dari kamu tiga perkara dan membenci darimu tiga perkara. Dia Menyukai darimu untuk menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. Berpegangteguh pada tali Allah, dan jangan berpecah belah. Dan Membenci dari kamu banyak bicara, banyak bertanya dan menyianyiakan harta, (HR.Muslim dari Abu Hurairah).

Juga memerintahkan untuk selalu mengikuti petunjuk yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam. Allah Allah Subhanahu wa Taala berfirman, Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudahjelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali. (QS. 4:115) Maksudnya barangsiapa yang mengamalkan syariat yang bukan syariat yang dibawa oleh Rasulullah dengan cara sengaja, padahal sudah jelas baginya kebenaran dan menempuh jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, maka akan dibalas dengan balasan seperti yang tersebut di atas, (Tafsir Ibnu KatsirI/ 3361).