MASA LALU TERJATUH KE DALAM SENYUMANMU - 4
Menepi di Sela-Sela Bulu

Matamu

tak biasa kutemukan kau siang hari.

di bawah rindang pohonan,

musim tiba-tiba menepi

di sela-sela bulu matamu.

kemelut debu, langit cerah.

catatan basah, sebab embun semalam turun

menggenangi bait-bait tubuhmu;

kausimpan setiap halamannya di dada kirimu,

merapikannya.

kau baca, merekamnya,

setiap kejadian yang curah dari matamu.

masih adakah yang harus dibicarakan

selain kemurungan masa depan

lalu siapa telah menulisnya kemarin

ketika hujan terhenti pada sepasang matamu