di benakmu
garis pantai yang panjang mengundang matahari terbit lebih cepat lima menit
dari sajak terakhir yang luput dibacakan
aku tak sudi, menapaki jejak seseorang yang tercetak samar
di pecahan karang itu
sambil membaca arah angin yang selalu ingin kembali
ke dalam pelukan
kau, setelah ini, pastilah akan berangkat
menyusulku ke ai loang berkata dengan gamblang, cinta
adalah tentang ingat cara pulang
aku tak yakin, di waktu mana, seperti apa rumah akan menjadi menarik seperti membaca secarik surat pertama itu