DARI LANGIT - 40
SESOSOK haNtu menggerayangi duniahantu kapitalisme. Mulai dari tanzania dan Rusia hingga Meksiko, India, dan Warsawamekanismepasardanefisiensisekaranginidianggap se bagai satusatunya jalan untuk mencapai kemajuan sosial dan ekonomi. Di banyak negara komunis, sebagaimana yang kita lihat pada akhir 1980an, Marxisme ditolak bukan saja oleh kaum intelektual, melainkan oleh masyarakat pada umumnya. apa yang salah dengan Marx dan Marxisme

tak diragukan, Marx adalah seorang teoretisi sosial paling besar yang pernah muncul di dunia: jutaan orang mengorbankan hi dupnya untuk mewujudkan pandanganpandangan dan ramalanramalannya; berbagai negara terlibat dalam perang un tuk membela atau menyangkal gagasangagasannya.

Bagi banyak pengikut dogmatisnya, Marx hanya bisa dibandingkan bukan dengan pemikirpemikir sosial lain, me lainkan dengan Muhammad, yesus, dan Buddha Gautama: pe ngetahuan yang disingkapkan oleh Marx adalah benar, terlepas dari masa, konteks dan faktafakta.

Marx membuka sebuah cara baru untuk memahami masyarakat baru dan ekonomi baru (yakni, masyarakat borjuis dan ekonomi industrikapitalis) yang mulai muncul pada abad ke

17. Ia mengklaim memberikan suatu pemahaman yang men yeluruh tentang bagaimana sejarah berkembang, serta bagai mana masyarakat mendapatkan bentuknya. Ia menyajikan suat u sistem pengetahuan, yang ia dan para pengikutnya klaim seb agai pengetahuan yang ilmiah, yang bisa meramalkan arah sejarah.

Selain itu, Marx, dalam ungkapan Joseph Schumpeter, menyajikan sebuah panduan bagi berbagai tujuan yang memb utuhkan suatu rencana penyelamatan dan petunjuk tentang kejahatan yang darinya umat manusia, atau sekelompok manusia yang terpilih, terselamatkan.

Esai pendek ini akan menjabarkan inti dari gagasanga gasan sosiologis dan ekonomi Marx. Saya akan memperlihatkan ber bagai kelemahan utama dari gagasangagasan iniberbagai kel emah an yang menjelaskan mengapa Marxisme, jika ia mau diwujud kan dalam kenyataan, bukan saja secara ekonomi tidak dapat dijalankan, namun juga secara politik dan sosial ber bahaya.

***

Berlawanan dengan kalangan Marxis yang kaku, Marxisme bukan merupakan suatu gagasan yang misterius yang bisa sepenuhnya dipahami oleh seseorang. Inti gagasangagasan sosiologis dan ekonomi Marx sebenarnya cukup sederhana.

Bagi Marx, kapitalisme, sebagaimana yang ia lihat pada pertengahan abad ke19, sedang mengalami suatu proses penghancurandiri. Manifesto-nya (bersama Engels) dengan gamblang menjelaskan bahwa proses penghancurandiri ini akan diikuti oleh bangkitnya kelas yang tertindas (kaum proletariat) sebagai kelas yang dominankapitalisme digantikan oleh komunisme. Proses hancurnya kaum borjuis hanya menunggu waktu. Kemenangan kaum proletar dan munculnya komunisme tak dapat dielakkan.

Dari Manifesto dan Capital kita dapat melihat bahwa bagi

Marx, terdapat dua gambaran dari dialektika penghancuran

diri kapitalis ini. Pertama bersifat sosiologis, kedua bersifat ekonomi.

Dari perspektif sosiologisnya, Marx menjelaskan bahwa fondasi suatu masyarakat bersifat materiil (sarana dan hubungan produksi). Jika fondasi ini berubah, maka bentuk masyarakat juga berubah. Dan perubahan ini hanya bisa terjadi jika masyarakat lama tersebut telah hamilmasyarakat baru tersebut hanya bisa dilahirkan dari rahim masyarakat lama itu.

Basis materiil dari masyarakat kapitalis tersebut mem unculkan dua, dan hanya dua, kelas yang saling bertentangan: kelas borjuis (yang menguasai alatalat produksi) dan kelas pekerja (yang bekerja sebagai buruh upahan). Karena kaum borjuis pada dasarnya eksploitatif, antagonisme ini me munculkan suatu proses yang khas: proletariatisasi kaum pekerja. Di sini kaum pekerja tersebut mendapatkan kesadaran kelas mereka yang membuka pikiran mereka tentang penderitaan yang mereka alami dan cara untuk sepenuhnya mengatasi penderitaan ini.

Ketika proses proletariatisasi ini sempurna, kaum pekerja hanya perlu menyatukan diri mereka (yang, bagi Marx, bagaimanapun juga akan terjadi dengan sendirinya) untuk menghancurkan sistem kapitalis tersebut dan membangun sebuah masyarakat baru tanpa kelas, sebuah masyarakat tanpa pen indasan, sebuah masyarakat di mana orangorang hanya perlu be kerja empat jam di pagi hari, memancing di sore hari, dan mem baca puisi di malam hari.

Mengapa kaum borjuis niscaya eksploitatif Mengapa sistem kapitalis tidak dapat meningkatkan kesejahteraan kaum pe kerja untuk membendung proses proletariatisasi untuk menja wab pertanyaanpertanyaan ini kita harus melihat penjelasanpenjelasan ekonomi Marx, yang sebagian besar ditul is dalam Capital.

Inti dari teori ekonomi Marx pada dasarnya bersandar pada teori tentang nilai lebih dan menurunnya angka keuntungan. Dalam sebuah sistem akumulasi modal yang kompetitif, sang kapitalis hanya dapat mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri jika ia terus menekan upah para pekerjanya. upah kaum pekerja hanya bisa untuk menyambung hidup. Ini merupakan nilai sejatinya. Sebagai ganti upah ini, si pekerja memberikan kepada si kapitalis nilai yang ia hasilkan dalam kerja sehari penuh, yang melebihi nilai sejatinya.

Jadi, hanya dengan menekan biaya tenaga kerjalah kaum ka pitalis bisa mengakumulasi modal yang semakin besar. Inilah yang bersifat eksploitatif.

Karena setiap kapitalis melakukan hal yang sama (terusmenerus menekan upah pekerja), maka persaingan untuk menda patkan keuntungan mengharuskan diper ke nalkannya mesin penghemat tenaga kerja demi untuk semakin memangkas biaya produksi. Proses ini pada dasarnya akan mempersempit basis pengumpulan keuntungan sang kapitalis, karena pekerja, dan hanya pekerja, yang tingk at gajinya menentukan angka keuntung an yang didapatkan sang kapitalis.

Proses ini bisa berlanjut karena kompetisi adalah hidup dan darah sistem kapitalis. angka keuntungan yang menurun membuat kehidupan si pekerja menjadi semakin sulit. Karena itulah proses proletariatisasi tak terelakkan. Proses menurunnya angka keuntungan tersebut berakhir dengan suatu malapetaka, sebuah revolusi besar, ketika para penjarah dijarah.

tentu saja terdapat banyak hal lain dalam penjelasan eko

nomi Marx yang menarik untuk ditelusuri. teorinya tentang nilai komoditas dan deskripsinya tentang proses sentralisasi dalam sebuah sistem kapitalis yang kompetitif sangat penting untuk sepenuhnya memahami mengapa ia menganggap ka pitalisme tidak mungkin bertahan. Namun, pada dasarnya gagasangagasannya yang paling penting adalah yang telah kita jabarkan di atas. Kita akan memahami Marx sang ekonom jika kita mem ahami sepenuhnya teori nilai lebih dan teori menurunnya ang ka keuntungan tersebut.

***

apa kelemahankelemahan gagasangagasan Marx

Gagasangagasan sosiologis Marx terlalu deterministik: baginya, wilayah gagasan, budaya, kesadaran tidak penting. Dalam Preface ia menulis, Bukan kesadaran manusia yang menentukan keberadaan mereka, namun, sebaliknya, keberadaan sosial mereka [bentuk dan hubunganhubungan produksi] yang menentukan kesadaran mereka.

Dari banyak kasus sejarah kita tahu bahwa dalil ini salah. Nasionalisme (yang merupakan suatu kecenderungan mental dalam wilayah budaya), misalnya, penting. Berbagai gelombang nasionalisme di Eropa, misalnya, menjelaskan mengapa para pekerja di Jerman mendukung hitler dalam melancarkan perang melawan uni Soviet (kekaisaran ilahiah kaum pekerja). Nasionalisme juga menjelaskan mengapa partai buruh dan sosialis di Eropa sangat menentang internasionalisasi revolusi ala trotsky.

Selain itu, citacita pekerja, tidak ditentukan oleh keb eradaan sosial mereka. Jika Marx benar, apa yang diimpikan pekerja tidak lain adalah menjadi seorang pemilik, seorang borjuis, besar atau kecil. Bagi Marx, seorang pekerja yang sadar harus memimpikan sebuah revolusi besar. apa yang terjadi adalah, jika kita bertanya kepada si pekerja, apa yang ia impikan adalah bagian (managerial dan material) yang lebih baik di tempat kerjanya. Ia ingin menjadi bangga atas apa yang ia lakukan. Kenyataan bahwa sebagian besar pekerja di negarane gara kapitalis maju sekarang ini adalah pemilik bersama (yakni, kaum kapitalis) menunjukkan bahwa apa yang terjadi bukan proletariatisasi melainkan borjuisasi pekerja.

Dengan kata lain, kenyataan ini mengikis kekuatan obyektif yang sangat penting dalam mendorong revolusi. Kapitalisme tidak runtuh karena kaum pekerja berpikir bahwa lebih baik menjadi seorang kapitalis ketimbang seorang agen revolusi.

tentang teori ekonomi Marx, sebelum kita bergerak lebih jauh, penting untuk mengingat bahwa gagasangagasan Marx dipengaruhi oleh para ahli ekonomi utama pada masanya. teori nilainya bersumber dari teori Ricardo. Kelemahankelemahannya dengan demikian tidak sematamata miliknya, melainkan juga kelemahankelemahan Ricardo. harus dikemukakan di sini bahwa pada masa Marx, tidak ada ahli ekonomi, termasuk Ricardo, yang sepenuhnya memahami sistem ekonomi baru yang mulai menunjukkan kekuatannya tersebut.

teori tentang nilai lebih tersebut didasarkan pada asumsi bahwa nilai (nilai tenaga kerja) adalah apa yang penting jika kita menghitung harga sebuah komoditas. Masalahnya adalah apa itu nilai Marx, sebagaimana yang dijelaskan oleh Robert heilbroner dan Joseph Schumpeter, tidak pernah menulis secara benarbenar jelas apa yang ia maksud dengan nilai. Mungkin ia memaksudkan sesuatu yang selain harga, yang ditentukan bukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan melainkan oleh adanya kekuasaan. Satu hal yang sangat jelas: bagi Marx, nilai tenaga kerja dihitung hanya melalui jam yang dihabiskan di tempat kerja. Ini merupakan ilmu ekonomi yang sangat buruk, karena sebagaimana yang kita ketahui dalam ekonomi modern, jumlah jam kerja mungkin merupakan faktor yang paling kurang penting dalam menentukan gaji seorang pekerja. apa yang lebih penting adalah pendidikan profesional, pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman si pekerja. Skala produksi dan pasar juga sangat penting, jauh lebih penting ketimbang jumlah jam kerja dalam menentukan seberapa banyak uang yang bisa dibawa kembali si pekerja ke keluarganya.

Marx berpikir bahwa keuntungan hanya bisa diperoleh dengan mengorbankan pekerja. Ia gagal melihat bahwa banyak faktor lain jauh lebih penting. Diperkenalkannya teknologi baru dalam produksi dapat mengurangi biaya produksi, dan dengan demikian meningkatkan upah pekerja. Pemanfaatan sumberdayasumberdaya alam baru dan pasar baru bisa memperluas operasi produksi, yang akhirnya juga bisa meningkatkan upah pekerja. Semua faktor ini memainkan suatu peran penting dalam menjelaskan mengapa kapitalisme, sejak masa Marx, telah meningkatkan kekayaan dunia secara luarbiasa sampai tingkat yang mungkin tak terbayangkan oleh orangorang di masa Marx.

Dengan kata lain, proses menurunnya laba gagal terwujud karena Marx tidak memahami proses kerja kapitalisme. Bagi Marx, ekonomi kapitalis pada dasarnya tidak berubah. Namun, dalam kenyataannya, kapitalisme merupakan suatu sistem yang paling dinamis yang pernah ada di dunia. Kemajuan dalam sistem ini, sebagaimana yang ditulis Schumpeter, terjadi bukan karena penghisapan kaum pekerja, melainkan karena komitmen dan keberanian untuk berusaha, terus ditemukannya metodemetode produksi baru, berbagai kesempatan komersial baru, persaingan bebas dan terusmenerus yang memaksa manusia untuk melakukan yang terbaik, dan teknikteknik baru dalam organisasiorganisasi kerja.

***

Gagasangagasan utama Marx bukan hanya cacat, melain kan juga berbahaya jika kita menerjemahkannya ke dalam tindakan politik. Marxisme bukan hanya menghasilkan ekonomi yang tidak dapat dijalankan, melainkan juga sebuah negara totaliter. untuk menghamparkan dasar bagi masyarakat komunis,

ke pemilikan pribadi atas saranasarana produksi harus diha puskan. Kepemilikan pribadi merupakan sumber semua keja hataninilah dasar kapitalisme, inilah sumber penghisapan. Marxism e, dalam bentuknya yang lebih sederhana sebagai panduan tindakan politik, adalah resep untuk penghapusan hak mi lik (pribadi).

Marx tidak pernah memberi tahu kita apa yang harus dilakukan setelah kepemilikan pribadi dihapuskan. Ia mengatakan bahwa untuk sementara harus ada kediktatoran proletariat, sebelum masyarakat komunis terbentuk. Marx tidak menj elaskan negara atau pemerintahan seperti apa yang harus dibentuk dalam masyarakat tersebut untuk mengatur berbagai perselisihan di antara warganyaia bahkan mengatakan bahwa tidak ada negara dalam masyarakat komunis, dan tidak perlu ada peraturan dan pemerintahan karena tidak akan ada lagi konflik.DisinieskatologiMarxissamautopisnyasebagaimanautopiautopia lain yang pernah ada di dunia.

Mengapa menghapuskan kepemilikan pribadi berbahaya Sebagaimana yang dijelaskan hegel, Locke, dan hume, kepe milikan pribadi (terutama atas saranasarana produksi) merup akan salah satu dasar masyarakat sipil yang paling penting. hal itu memberi manusia, menurut hume, suatu standar ke adilan milikku dan milikmu menentukan lingkup tindakan yang boleh atau tidak boleh dilakukan kepada orang lain. Per soalan hakhak (politik) hanya bisa dipecahkan setelah orangorang me nyetujui apa yang merupakan milikku dan milikmu dalam masyarakat.

Selain itu, kepemilikan pribadi memberikan kemungkinan bagi manusia untuk hidup secara mandiri: hidup tanpa bergantung pada otoritasotoritas politik, yakni negara. hak milik pribadi dengan demikian memungkinkan pemisahan antara kekuasaan ekonomi dan kekuasaan politik, yang merupakan syarat penting bagi suatu masyarakat yang demokratis.

Jadi, jika kita menghapuskan hak milik pribadi atas saranasarana produksi, kita menghancurkan dasar demokrasi.

Dalam masyarakat modern, komunis atau kapitalis, tidak ada jalan ketiga kepemilikan: anda memberikan hak kepada warganegara untuk memiliki bisnis mereka sendiri, atau anda memberikan wewenang kepada negara untuk mengontrol semua hal. Kerjasama para pekerja hanya mungkin terjadi dalam se buah unit kecil dari suatu masyarakat yang tertutup, bukan dalam sebuah masyarakat modern yang terbuka.

Dan begitu negara mengontrol saranasarana produksi, maka berkuasalah para birokrat. Milovan Djilas beberapa dekade yang lalu dengan tepat menjelaskan proses transformasi komunisme menjadi birokratisme ini. Segala sesuatu akan bergantung pada sang birokrat, mulai dari produksi ekonomi hingga pendidikan politik. Sang birokrat tersebut akan menjadi kelas baru, kelas penindas.

Karena tidak ada pemisahan antara kekuasaan politik dan kekuasaan ekonomi, masyarakat tidak memiliki dasar untuk melawan kontrol total dari negara. Inilah yang menjelaskan mengapa negara Soviet, dengan semua kebohongan, kemun afikan, dan penindasannya, bisa bertahan selama lebih daritujuh dekade.

Daftar Rujukan

1. McLellan, David (ed.), Karl Marx: Selected Writings, Oxford (1987).

2.

3. Schumpeter, Joseph, capitalism, Socialism, and Democracy harper (1947).

4.

5. heilbroner, Robert, The Worldly Philosophers, touchstone (1986).

6.

7. hume, David, A Treatise of Human Nature, Oxford, 2nd edition (1978).

8.

9. Djilas, Milovan, The New Class, Praeger, New york (1957).

10.