YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 41
Alhamdulillah. Liburan Lebaran kemarin bisa saya gunakan dengan maksimal. Bisa bersilaturahmi kepada banyak saudara dan tetangga sangatlah menyenangkan. Ada satu agenda yang belum bisa terlaksana, yakni liburan ke Malang. Keinginan anak-anak tersebut terpaksa belum bisa terlaksana, karena kemacetan terjadi di mana-mana. Alhamdulillah, anak-anak saya sangat bisa mengerti.

Hari ini, saatnya kembali bekerja. Kali ini, saya dan teman-teman kantor punya kesibukan baru. Bukan soal pekerjaan, tapi agenda menghapal Al-Quran bersama-sama. Apalagi kalau bukan ODOA, One Day One Ayat. Menghapal Al-Quran 1 ayat setiap harinya.

Program dari Ustad Yusuf Mansur ini sudah lama saya dengar. Namun, belum pernah saya perhatikan, apalagi praktikkan. Sempat sih praktik menghapal bersama-sama, namun tidak konsisten. Dulu, pernah saya gulirkan ide menghapal Surat Al-Waqiah. Tidak pakai metode, berusaha mengahapal sendiri-sendiri. Hasilnya Alhamdulillah cukup berhasil.

Ibadah Itu Gampang

Teman-teman kerja di kantor saya yang semula belum pernah menghapal, jadilah mulai menghapal. Saya terheran-heran dengan semangatnya.

Apa karena iming-iming hadiah besar dari saya Bisa jadi.

Bagi saya yang mengajak dan memberi hadiah, itu tidak jadi soal. Hitunghitung sedekah dengan teman sendiri. Tidak saya sangka, teman yang hapal Al-Waqiah mencapai lebih 15 orang. Benar, saya kagum dengan semangat teman-teman. Al-Waqiah yang terdiri dari 96 ayat tersebut mampu dihapalkan dengan baik.

Belajar dari situ, kembali terlecut semangat saya untuk mengulanginya. Kali ini, harus terprogram. Tidak perlu buru-buru bisa menghapal banyak. Sabar saja. Cukup 1 hari 1 ayat. Kalau ini bisa istiqomah, sudah luar biasa.

119

Sebelum ini saya gulirkan kepada teman-teman, saya praktikkan dulu sendiri. Ternyata, asyik benar. Ada dorongan untuk selalu buka AlQuran.

Saya mulai dari surat terakhir Juz 30, yakni An-Naba. Ayatnya cukup pendek-pendek, sehingga tidak terasa berat. Sesekali saya buka juga artinya. Ya Allah, asyik benar. Tidak terasa, saya keterusan, sehingga hari pertama bisa hapal 5 ayat.

Saya simpulkan, ternyata kuncinya ada di praktik. Asal sering dipraktikkan, akan semakin kuat hapalan. Praktiknya langsung dipakai pas sholat. Sholat apa saja. Setidaknya, ada 5 sholat wajib. Belum lagi ditambah sholat sunah, seperti qobliyah dan bakdiyah, Sholat Dhuha, Tahiyatul Masjid, Tahajud. Total bisa diulang 10 kali dalam sehari semalam.

Akhirnya, saya share kepada teman-teman. Saya sampaikan, saya butuh teman dan dukungan dari semuanya untuk bareng-bareng menghapal Al-Quran. Saya juga membuat BBM group untuk saling mendukung dan mengingatkan. Sudah menghapal belum hari ini, dan seterusnya.

120

Ya Allah, menyesal kenapa tidak dari dulu-dulu mulai Tapi tidak apa.

Lebih baik terlambat daripada sama sekali tidak mulai.

Sebagai penyemangat, saya cari beberapa tips dan informasi manfaat menghapal Al-Quran ini. Salah satunya, tulisan Ustad Yusuf Mansur di yusufmansur.com/install-quran/

Semoga Allah memberi kemudahan dan keberkahan hidup karena menghapal Al-Quran. Amin.

05 Agustus 2014