Kutangkap getar lautan yang bergelora.
Cakrawala mengembalikan gema tawamu
Seperti langit bercerita tentang hujan.
Harapanmu kelokan sungai di pegunungan
Yang mendentum dan membentur bebatuan
Setiap kali mendepa perjalanan menuju laut.
Bukankah muara selalu menyambutmu
Kaulukis cakrawala dengan gema paling biru
Dan debur ombak melengkapinya dengan cerita;
Pantai akan selalu mengembalikan buih putih
Setiap kali kawanan ombak menyerbu pesisir.
Maka kulayarkan perahuku di atas tawamu.
Perjalananku adalah menuju cakrawalamu;
Ingin kulihat gema biru yang kaugoreskan.
Adakah di sana sebaris namaku kautinggalkan
(Naimata, Februari 2010)