MEMORIA - 43
Di antara tawamu yang bergemuruh,

Kutangkap getar lautan yang bergelora.

Cakrawala mengembalikan gema tawamu

Seperti langit bercerita tentang hujan.

Harapanmu kelokan sungai di pegunungan

Yang mendentum dan membentur bebatuan

Setiap kali mendepa perjalanan menuju laut.

Bukankah muara selalu menyambutmu

Kaulukis cakrawala dengan gema paling biru

Dan debur ombak melengkapinya dengan cerita;

Pantai akan selalu mengembalikan buih putih

Setiap kali kawanan ombak menyerbu pesisir.

Maka kulayarkan perahuku di atas tawamu.

Perjalananku adalah menuju cakrawalamu;

Ingin kulihat gema biru yang kaugoreskan.

Adakah di sana sebaris namaku kautinggalkan

(Naimata, Februari 2010)