Sehingga kini, teka-teki terus berlegar tanpa henti di jiwa, hati dan sanubari namun jawapan tetap gagal ditemui. Memang harus diakui akan keceluparan mulut Hasya yang menggelarnya otak matematik lantaran enggan menurut tuntutan hati, adalah sesuatu yang tidak dapat dinafikan kebenarannya. Setiap tindak-tanduknya
yang penuh dengan percaturan mungkin boleh diguna pakai dalam urusan perniagaan demi membuktikan profesionalisme dalam meraih keuntungan berjuta, tetapi tidak dalam soal hati dan rasa.
Tapi apa yang mampu dilakukan Bahrain andai itulah dia corak pemikiran yang sekian lama menjadi ikutan yang menjadi paksinya yang hidup berteraskan keuntungan
Bukan dia tidak sayang; membabi buta dalam mencari alasan sebagai justifikasi penolakan, tapi di mana juga rasionalnya untuk dia leka melayan perasaan sekiranya bukti jelas terpampang di depan mata betapa anak lelakinya sendiri turut menaruh perasaan pada wanita yang sama Sekilas ikan di laut, sudah tahu jantan betinanya
Siapakah dia sebenarnya wanita yang telah mempalitkan dirinya dalam dilema yang berpanjangan sebegini Siapa dia untuk mengajarnya tentang hidup Serba tidak kena dibuatnya dek Hasya Lourdes dengan tindak-tanduknya sendiri yang akhirnya memakan diri.
Melalui pemandunya Manan, Bahrain telah memulangkan kembali hadiah pemberian Hasya yang berupa pemegang kunci berjenama mewah sebagai tanda permohonan maaf darinya atas keterlanjuran kata nista yang dilemparnya terhadap lelaki itu, saat pergaduhan tercetus diantara mereka yang sekaligus mengakibatkan perpisahan.
Jawapan diberikan Hasya sehingga kini membuatnya terpinga. Melalui surat yang ditulis tangan kepada Bahrain, dia menjelaskan:
returning the gift via your driver is infantile. I dont consider the reaction as rude as what most people might take it. One can only get offended if the ego is hurt. During Abraham Lincolns inauguration, he was patronized by one of the opposition members; degrading his background as a son of a shoe maker. The only thing that Lincoln had said humbly, If I were to be a shoe maker at all, I can never be as great as my father. We cant get a big person like Lincoln insulted, Bahrain and Im trying to be one.
Biar apapun pekerjaan bapa Abraham Lincoln; shoe maker atau pemandu trelar, kebesaran hati yang diambil kira dalam jiwa setiap manusia. Tembok keangkuhan atau ego, gelaran diberi; yang berupa perisai diri dengan karekter yang kononnya tersendiri, tidak lebih dari sekadar satu ilusi ciptaan kita sendiri.
Bagi yang mengenali diri sendiri, katalah apa saja; hinaan dan cerca tiada satu pun yang mampu mencalar emosi; merobos diri, menggugat jiwa jadi sengsara! Andai mereka memilih untuk menghina, kita juga punya kebebasan serupa untuk tidak mengendahkannya.
Isyarat SMS masuk, lantas dibacanya: I need to see you.
Hasya.
Oh dear hati Bahrain berkata.