memakan plecing
sebagai peneman baronang yang dibakar matang orang-orang yang dengan lahap mengunyah daun kangkung yang sudah disiang lupa rumah dan kata
jalan-jalan semakin sepi
karena angin mengabarkan barat siwa
pohon-pohon yang digoda seperti lelaki yang kian kurang beriman melihat dada bak dua matahari baru
atau kita berpisah, bila pedas dan harum tumisan
bumbu
setelah ditambahkan tomat, garam dan gula pasir
membuatmu lupa
hubungan kita kian lama kian layu bila di atas tungku, api yang terlalu gebu dan kau abai memaknai ombak kemarin
yang tiba-tiba terdampar melawan hukum muara
di sungai brang biji itu
alangkah, kita cukupkan hidup dengan aroma amis ikan
yang pandai berenang meski mendengar kabar dari utara hidup yang singkat akan percuma
bila tak sanggup melawan arus
siapa pun, kau, yang telah berjanji tak akan turut serta
memakan plecing kangkung
ingatlah, dalam satu hasta, kita telah berjanji untuk tidak mengumbar pandangan mata dan bersabar menanti wajah udara
mengusir bekas asap dan arang
dari ikan bakar di meja makan kita
dari godaan sukar di janji cinta kita