MEMORIA - 46
Rasanya ingin sekali aku dilukai

Oleh tatapmu. Sekadar kaukerat dengan

Senyum lesungmu. Kautempatkan aku

Antara nikmat dan sekarat. Diamku

Rapuh es tersentuh jemarimu.

Indraku sederhana mengucapkan bahasa

Angin di pucuk-pucuk daunmu.

(Naimata, 090610)