Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih - 47
siapa saja boleh mengira kita duduk di stasiun ini untuk menunggu seseorang kita tidak tahu siapa kepercayaan seperti api kita hanya tahu, dia akan datang senja yang beriman itu telah terbakar nyalanya menari-menari seperti dalam sebuah opera kita sepasang camar bertemu dalam badai mengenang cinta yang tak ubahnya cuaca ketika telah sedemikian terkutuk kita hanya bisa menunggu seseorang, atau siapa pun yang tak tega membawakan kabar buruk

tentang lilin atau lampu yang padam karena taifun siapa saja boleh mengira kita duduk di stasiun ini sebagai manusia, menunggu seseorang

kita tidak tahu siapa kita tidak tahu bagaimana