Betapa tidak, da Vinci menjadi maestro di pelbagai bidang, mulai dari seni lukis, kedoktoran, anatomi, botani, geologi, fizik, falsafah, pakar strategi perang, arkitek, penunggang kuda yang handal, dan ilmuwan yang bertubuh atlet, tidak seperti kebanyakan ilmuwan lain. Leonardo da Vinci juga pakar dalam merancang benteng-benteng pertahanan, sekaligus perancang senjata, bahkan helikopter yang ada sekarang ini adalah hasil prototaip yang dibuat oleh Leonardo da Vinci. Lalu yang jauh lebih menakjubkan, Leonardo da Vinci juga pakar memasak dan membuat makanan untuk pesta-pesta kerajaan.
Para ibu bapa dan guru yang berbahagia, sungguh da Vinci adalah manusia yang luar biasa! Hal yang begitu menakjubkan bagi saya adalah ketika membaca curriculum vitae yang pernah dibuat oleh Leonardo da Vinci pada 1482, kepada Ludovico Sforza, pemimpin kota Milan, yang diabadikan dalam buku yang ditulis oleh penulis biografinya, Vasari.
Mari kita perhatikan ringkasan curriculum vitae tersebut.
Yang Mulia,
Kini setelah melihat dan mempertimbangkan bukti-bukti yang ditunjukkan oleh mereka semua, yang menganggap dirinya pakar dan menemui peralatan perang dan mendapati alat tersebut ternyata tidak ada yang luar biasa dari yang biasa digunakan, maka saya memberanikan diri tanpa prasangka kepada siapa pun untuk menulis surat kepada Yang Mulia dalam usaha untuk menyampaikan penemuan-penemuan saya, mendemonstrasikan, dan menyerahkan kepada Yang Mulia pada waktu yang tepat.
1. Saya memiliki pelan jambatan yang sangat ringan dan kuat, serta sesuai dan sangat mudah untuk dibawa dan digunakan dalam pertempuran.
2. Jika suatu tempat dikepung, saya tahu bagaimana memotong air dari salurannya, dan mendirikan tangga-tangga serta alat lain yang tidak terbilang jumlahnya dalam waktu singkat.
3. Andaikan kerana tinggi tembok dan kuatnya suatu benteng hingga mustahil untuk dihancurkan dengan bom, saya tahu cara menghancurkannya, bahkan sekiranya benteng tersebut dibuat dari batu yang keras sekalipun.
4. Saya juga memiliki rancangan untuk membuat meriam yang dapat melontarkan peluru yang banyaknya seperti hujan.
5. Seandainya pertempuran terjadi di laut, saya telah memiliki pelan kapal yang dapat menahan tembakan meriam bahkan yang paling berat sekalipun.
6. Untuk menembus benteng lawan, saya dapat membuat lorong dalam tanah yang boleh menembus sungai dan dibuat tanpa bersuara.
7. Saya juga dapat membuat kereta perlindungan yang selamat dan tidak dapat diserang, serta mampu menembus barisan musuh. Bahagian belakang kereta ini dapat melindungi pasukan pejalan kaki tanpa terluka apa pun oleh serbuan lawan.
8. Dan kelak pada waktu damai, saya boleh menjadi arkitek kota yang merancang dan membangunkan hasil karya yang indah, baik untuk keperluan masyarakat mahu pun peribadi.
9. Saya pun mampu membuat patung dari marmar, gangsa, tanah liat, serta melukis, karya saya boleh bersaing dengan sesiapa pun yang hebat dalam bidangnya.
10. Selain itu, saya juga akan membuat sebuah patung kuda yang dibuat dari gangsa, sebagai lambang kemulian dan penghormatan abadi untuk anda.
Yang Mulia, jika ada sesuatu yang anda perintahkan kepada orang lain dan mustahil untuk dilakukannya, perkenankanlah saya melakukannya untuk anda, untuk menyelesaikannya walau bagaimana pun yang anda kehendaki. Yang Mulia, kepada andalah saya mengabdi dengan segala kerendahan hati.
Para ibu bapa dan guru yang berbahagia, menurut anda, selama lebih dari 500 tahun kebelakangan ini hingga sekarang, adakah curriculum vitae yang boleh menandingi Leonardo da Vinci Namun, adakah anda tahu bahawa orang sehebat ini ternyata bukan produk dari sekolah mana pun. Meskipun dia genius hampir dalam semua bidang, tiada satu pun gelaran yang menempel di bahunya.
Menurut catatan sejarah, Leonardo dilahirkan dari ayah seorang bangsawan dan ibunya pula bukan golongan bangsawan. Dengan keadaan seperti itu, pada zamannya, Leonardo tidak boleh bersekolah. Datuknyalah yang mendidik dan membesarkan Leonardo dengan sabar dan penuh cinta kasih, mengirimnya untuk belajar terus kepada seniman-seniman hebat pada zamannya. Sepanjang hidupnya, Leonardo belum pernah mengetahui dan memasuki dunia persekolahan, tetapi ternyata datuknya telah berjaya mencetak Leonardo menjadi seorang genius dunia hampir dalam semua bidang, jauh melampaui lulusan summa cum laude dari sekolah terbaik mana pun di dunia ini. Sungguh luar biasa! Hingga saat ini, belum kita temukan sebuah sekolah pun yang berhasil mencetak manusia sehebat Leonardo da Vinci.
Akan tetapi, rasanya tidaklah terlalu aneh kerana sekolah-sekolah pada umumnya lebih gemar memberikan label gagal kepada anak didiknya daripada mencetak mereka menjadi maestro dunia.
Thomas Alfa Edison yang juga tercatat sebagai sang genius dunia, dulunya anak yang telah dinyatakan gagal dan dikeluarkan oleh sekolah, pada tiga bulan pertama dia mengikuti pendidikan sekolah rendah. Namun, dengan bermodalkan tiga bulan pendidikan di sekolah rendah itulah, Thomas telah menghasilkan lebih dari 1000 penemuan yang dipatenkan.
Para ibu bapa dan guru yang berbahagia, mari kita belajar dari SEJARAH. Marilah kita berkaca pada SEJARAH, agar kita boleh membuat sejarah baru yang gemilang bagi masa depan pendidikan anak-anak kita.
Sekolah-sekolah pada umumnya lebih gemar memberikan label gagal kepada anak didiknya, daripada mencetak mereka menjadi maestro dunia.