KISAH ASHABUL UKHDUD - 5
Maka anak panah itu pun meluncur tepat mengenai pelipisnya. Selanjutnya pemuda itu meletakkan tangannya pada bagian yang terkena panah tersebut dan kemudian wafat. Maka (melihat hal itu) orang-orang pun berkata, Kami beriman kepada Rabb pemuda ini.

Lalu dikatakan kepada raja tersebut, Bagaimana pendapatmu melihat apa yang selama ini engkau hindari Demi Allah, sesungguhnya hal itu telah terjadi. Semua orang telah beriman kepada Allah. Lalu raja memerintahkan prajuritnya agar menyiapkan peralatan galian untuk membuat parit-parit dan menyalakan api di dalamnya, seraya berkata,

Barangsiapa yang mau meninggalkan agamanya, maka biarkanlah mereka tetap hidup dan jika tidak, lemparkanlah mereka ke dalam parit.

Mereka saling tarik-menarik dan dorong-mendorong sehingga akhirnya datang seorang wanita dengan menggendong bayinya yang masih disusuinya seakan-akan dia takut terjerumus ke dalam api. Maka bayinya berkata, Bersabarlah wahai ibuku! Sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran.

Allah mengutuk orang-orang yang membuat parit itu dalam firman-Nya:

Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di

sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa

orang-orang mu'min itu melainkan karena orang-orang mu'min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,

(QS Al-Buruj [85] : 4-8)