YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 5
Sepanjang tahun, ada dua kota yang tidak pernah henti dikunjungi jutaan orang dari berbagai penjuru dunia. Kota itu tak lain adalah

Makkah dan Madinah. Apalagi saat musim haji. Tidak kurang dari 2,8 juta orang berada di Kota Makkah bersiap menjalani puncak haji, yakni wukuf, yang jatuh pada Senin siang, 14 Oktober 2013.

Keberadaan Kota Makkah dan seluruh rangkaian ibadah haji tidak bisa dilepaskan dari sosok Nabi Ibrahim dan keluarganya. Seluruh rangkaian ibadah haji sesungguhnya adalah napak tilas apa yang telah dilakukannya ribuan tahun lalu.

Apabila saudara-saudara kita yang tengah menjalankan haji, pada 9 Dzulhijjah diwajibkan menjalankan wukuf di Padang Arafah, lantas berlanjut mabit di Mina, maka kita yang saat ini tidak sedang menjalankan haji, diperintahkan untuk menyembelih hewan qurban.

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Haji itu Hal ini penting direnungkan kembali, sehingga kita

Ibadah Itu Gampang

terhindar dari ibadah yang hanya bersifat rutinitas dan seremonial belaka, setiap tahun.

Setidaknya, ada dua pelajaran yang bisa kita ambil dari Ibrahim Sang Khalilullah, Kekasih Allah tersebut. Pelajaran pertama, tentang kesabaran.

Nabi Ibrahim serta istri dan anaknya adalah hamba Allah yang telah lulus ujian kesabaran. Bagaimana tidak Ibrahim puluhan tahun berkeluarga, namun belum juga dikarunia keturunan. Meski demikian, ia tetap bersabar dan tidak putus asa. Tak lelah ia terus berdoa demi terkabulnya hajat itu.

17

Baru setelah usia Ibrahim menginjak hampir 100 tahun, anak yang ditunggu-tunggu datang juga. Lagi-lagi Allah menguji kesabarannya. Ismail, anak kesayangan yang sedang tumbuh remaja itu, Allah perintahkan untuk disembelihnya. Ibrahim dan Ismail pun menerima dan siap melakukan perintah Allah tersebut.

Bagaimana dengan kita Seberapa berat ujian yang Allah pernah berikan kepada kita Seberapa sabar kita menghadapinya Masih terlalu sering kita mengeluh dengan cobaan yang Allah timpakan kepada kita. Seolah-olah kitalah orang yang mendapat cobaan paling berat dibanding dengan orang lain.

Pelajaran kedua, tentang ketaatan.

Perintah Allah kepada Ibrahim untuk menyembelih anaknya ia dapatkan lewat mimpi. Mimpi yang pertama datang pada 8 Dzulhijjah. Setelah terbangun, Ibrahim berpikir dan berkata kepada dirinya sendiri, Apakah mimpi ini datang dari Allah atau dari setan

Pada dua malam berikutnya, mimpi yang sama kembali datang. Dengan segala daya dan upaya, iblis berusaha mempengaruhi Ibrahim agar tidak melaksanakan perintah Allah tersebut. Namun, Ibrahim mantap dan yakin bahwa itu benar perintah Tuhannya.

18

Coba kita bandingkan dengan diri kita saat ini. Sudah jelas, teramat banyak perintah Allah yang telah tertera di dalam Al-Quran dan Sunah Nabi, namun justru seolah-olah kita tidak pernah merasa bahwa perintah tersebut ada, dengan berbagai alasan yang kita buat sendiri.

Teladan yang telah diberikan Ibrahim dan keluarganya, hendaknya bisa kita tiru dalam kehidupan kita sehari-hari.

Apabila ingin jadi ayah yang baik, tirulah Ibrahim. Sosok ayah yang bertanggung jawab, sabar. Demikian juga jika ingin menjadi anak yang baik, hendaknya kita meniru Ismail. Anak yang berbakti dan taat kepada orangtuanya.

Pada akhirnya, kesabaran serta ketaatan Ibrahim dan Ismail kepada Allah berbuah manis. Di tengah proses ketika Ibrahim hendak menyembelih Ismail, Allah mengirimkan domba pilihan sebagai gantinya.

Bagi Allah, kesungguhan Ibrahim yang hendak melaksanakan perintahNya sudah cukup menjadi bukti ketaatan Ibrahim kepada Khalik-nya

13 Oktober 2013

B

anyak di antara kita melakukan sholat masih asal-asalan. Sekadar gugur kewajiban. Sholat tak ubahnya seperti pemanasan ketika hendak berolahraga. Anggota tubuh bergerak, namun hampa

tanpa penghayatan.