Kita memerlukan al-hilm (kkasih sayang) dan kesabaran, sedangkan al-hilm ini memerlukan ilmu. Kita membutuhkan ar-Rifq (kelemahlembutan) dan ta`anni (ketenangan), dan mempergunakan waktu kita. Kita perlu untuk menerima pendapat saudara kita, yang mana kita adalah cermin bagi mereka. Jika saudara kita terkena suatu syubuhat dan masalah, maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah menarik dirinya di sisi kita dan menasehatinya. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah berbicara kepadanya secara langsung, bertatap muka dan menasehatinya.
Aku memohon kepada Allah Tabaroka wa Taala agar mempersatukan kita di atas yang haq dan menyelamatkan kita dari kejahatan manhaj yang telah nampak diantara kita, walhamdulillah.
Aku akan memberikan kalian sebuah contoh dari sikap ketidakadilan dan manhaj (rusak) ini, yang aku berbicara tentang orang-orang yang mengumpulkan (mencari-cari) kesalahan, berdusta dan datang di tengahtengah ulama. Kita sekarang ini berada di New York, yang kita tahu bertetangga dengan New Jersey. Apakah ada diantara kalian yang tidak tahu tentang sikap dari masyaikh terhadap Abu Muslimah (salah seorang dai Amerika yang terpengaruh hizbiyah, pent.)
Saya yakin bahwa setiap orang di ruangan ini tahu bagaimana posisi Syaikh Usamah al-Qusy, Syaikh Muhammad Musa Nashr dan saya sendiri serta masyaikh lainnya terhadap Abu Muslimah... bahwa kami mentahdzir dirinya dan kami nyatakan bahwa dirinya adalah hizbi, kami memperingatkan manusia agar menjauhinya, dan kami robohkan bangunan (hizbi) yang sedang ia upayakan untuk ia bangun. Organisasi khabits (busuk) ini, organisasi jelek dan jahat ini, yang mana ia (Abu Muslimah) sedang berupaya untuk mendirikannya dengan membaiat Amir bagi kelompok salafi tertentu, dan lainnya...
Setiap orang telah mengetahui posisi kami, bahwa kami mentahdzir darinya!!! mauqif (sikap), posisi dan pendapat kami adalah jelas. Namun masih ada saja beberapa orang yang pergi ke luar negeri, mereka berdusta dan menemui syaikh Rabi, dan mengatakan bahwa kami membela Abu Muslimah, kami menyokong Abu Muslimah dan menganggap dirinya sebagai salafi.