Sejarah juga mencontohkan bagaimana ketaatan sahabat kepada perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam membuahkan kemenangan yang gemilang. Itu terjadi ketika perjanjian Hudaibiyah yaitu ketika Suhail bin Amru melarang Nabi menulis namanya dengan nama Muhammd Rasulullah, dan Nabi menggantinya dengan menulis Muhammad bin Abdullah. Kaum muslimin tidak boleh umrah tahun ini tetapi tahun depan, orang muslimin harus mengembalikan orang musyrik yang masuk Islam, dan tidak mengembalikan orang muslim yang ikut orang musyrik. Melihat persyaratan yang semuanya memberatkan kaum muslimin dan menguntungkan orang musyrik itu, para sahabat marah, termasuk Umar bin Khattab berkata, Bukankah kita dalam kebenaran dan mereka dalam kebatilan. Kenapa kita membiarkan agama dihina. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda, Saya adalah utusan Allah, tidak mungkin saya menentangNya dan Dialah yang akan menolongku. Ketika Nabi memerintahkan setiap orang untuk menyembelih ontanya dan mencukur rambutnya masing-masing. Kemudian beliau masuk menemui Umu Salamah dan menceritakan permasalahannya. Ummu Salamah menyuruh Rasulullah menyembelih ontanya dan mencukur rambutnya. Melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam melakukan itu, seluruh sahabat mengikutinya, (HR.Bukhari Muslim).