KONTROVERSI PUASA SUNNAH HARI SABTU - 5
KEEMPAT : HADITS ABU UMAMAH

Padanya ada dua jalur :

Pertama : Thabrani meriwayatkan di dalam al-Mujamul Kabir (5722) ia berkata, bercerita kepada kami Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, bercerita kepadaku alHukmu bin Musa, menceritakan kami Ismail bin Ayyasy dari Abdullah bin Dinar dari Abu Umamah dari Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda : Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa wajib, jika kalian tak mendapatkan apapun kecuali ranting pohon maka berbukalah dengannya.

Haitsami berkata di dalam Majmauz Zawa`id (3/198) setelah menyandarkannya kepada Thabrani : Dari jalan Isma`il bin Ayyasy dari penduduk Hijaz, dan dia termasuk lemah di kalangan mereka.

Aku (Syaikh Ali) berkomentar : Haitsami rahimahullahu Taala- telah menduga bahwa Ibnu Dinar tersebut adalah al-Adawi al-Madini, padahal bukan dia! Yang benar dia adalah Abdullah bin Dinar al-Burhaani al-Himshi, termasuk penduduk

Syam, dan riwayat Isma`il darinya adalah shahih, namun dirinya yaitu alBurhani- masih diperbincangkan tentangnya, Ibnu Hibban dan Abu Ali al-Hafizh mentsiqohkannya. Berkata al-Juzjani tentangnya : yata`anna fiihi. Namun Daruquthni, Ibnu Main dan Abu Zurah al-Azdi mendhaifkannya.

Aku mengatakan : Dalam sanadnya juga terdapat illat yang kedua, yaitu : terputusnya antara Ibnu Dinar dengan Abu Umamah.

Kedua : Ar-Ruyani berkata di dalam Musnad ash-Shahabah (juz 30/no. 225/a manuskrip Zhahiriyah) : Bercerita pada kami Salamah, bercerita pada kami Abu al-Mughiroh, bercerita pada kami Hassan bin Nuh, ia berkata : aku mendengar Abu Umamah berkata : Aku mendengar Rasulullah bersabda : (sebagaimana redaksi sebelumnya)

Aku katakan : Sanadnya hasan musalsal (bersambung) dengan tahdits

(bercerita) dan sima (mendengar). Segala puji hanya milik Allah atas taufiqNya.

Syaikh Ali menutup ucapannya : Inilah akhir dari riwayat yang aku teliti dari jalur-jalur hadits yang melarang berpuasa pada hari Sabtu. Orang yang meneliti dan memahaminya akan mengetahui pasti ketetapan (tsabat) hadits ini dari Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam dari riwayat empat orang sahabat. Maka jika anda telah mengetahuinya, maka batallah apa yang didakwakan oleh Yahya bin Ied dalam kitabnya al-Qoulu ats-Tsabt (hal. 18) yang berkata : Abdullah bin Busr dan Abu Umamah bersendirian dalam riwayat pelarangan ini. Ucapan ini sungguh aneh, karena tidaklah dua orang yang meriwayatkan hadits dikatakan bersendirian!!! (Selesai di sini penukilan dari zahru ar-Roudli tentang tafshil thuruqil hadits).