Fa's Journal: Super Fabulous Women - 5
Ini udah puluhan kalinya Fa mendengar dan menyaksikan

sendiri cyber crime yang menimpa teman-teman wanita Fa.

Dulu, zaman Fa masih SMA, mama pernah cerita kalau anak

temannya hilang dibawa pergi pacarnya yang ketemu di chat MIRC

(zaman dulu tren banget tuh model chatroom ini). Awalnya cuma

kenalan, lama-lama pacaran online, dan ngajak nikah. Terbuai

bujuk rayu lelaki asal salah satu negara di Benua Afrika akhirnya

anaknya teman mama pergi tanpa pamit. Hingga detik ini, gak

terdengar kabar beritanya.

Masih dengan cerita yang sama, sahabat Fa, Selly, setiap kali

nginep di rumah Fa selalu cerita tentang sahabatnya dari circle

yang lain, Niti, yang juga menjalin hubungan dengan cowok dari

salah satu negara di Asia Selatan. Ketemu di Yahoo Messenger,

keterusan, suka sama suka, jadian, dan menikah online. (Menurut

versi mereka).

Tapi anehnya, Niti gak pernah bertemu fisik dengan si cowok.

Setiap kali ditanya Selly, Niti selalu bilang dirinya cinta mati.

Entah jenis rayuan apa yang ditebarkan oleh si cowok itu sampai Niti yang selalu punya IPK 3,7 itu terpedaya. Menurut Selly, orangtua Niti udah menyerah memberi pengertian.

Ada kejadian, ketika si cowok berjanji datang untuk mengesahkan pernikahan secara hukum, sementara orangtua Niti telah mempersiapkan acara resepsi besar-besaran, lalu guess what Si cowok dengan enteng bilang pesawatnya cancel.

Lain waktu, Niti dijanjikan juga bertemu di Singapore. Setibanya di sana, si cowok melalui YM berdalih ada keluarganya yang sakit keras sehingga dia membatalkan keberangkatannya in the last minute.

Seriously!

Tapi Niti tidak bergeming. Saat ini, 10 tahun kemudian, Niti tetap terbuai dalam dunia mimpinya dan melalui siang malam chat dengan si cowok ingkar janji itu. (Loh ... kok jadi Fa yang sewot ya).

Baru-baru ini, Fa juga mengalami kejadian yang buat Fa shocked and freaked out. Masih kaitannya dengan cyber crime.

Suatu malam, Fa bangun untuk beribadah. Tapi ya namanya udah gadget addicted, saat membuka mata Fa langsung raih iPhone dan cek FB. I believe everybody does the same thing nowadays ... hahaha.

Dan kemudian, Fa kucek-kucek mata. Is something wrong with my eyes I saw two naked pictures of one of my high school friends, sebut saja M.

This was awkward. At first, I didnt believe what I saw. I thought they were just a photoshoped things. But, no. They were real pictures. So real.

I freaked out. I called one of her best friends (I was assuming) at 2 am. She didnt pick up the phone. Ya iyalah, jam 2 pagi gitu loh. Saat orang sedang lelap-lelapnya. Then I reported those pics to FB, but it didnt work well. FB wants the person has them reported herself.

Cyber Crime

The next day, lagi-lagi dengan alasan mau ibadah. Spontan Fa buka FB. Kali ini Fa dikejutkan dengan lima foto yang lebih vulgar, maaf, foto kemaluan teman Fa itu. Ter-upload dengan manisnya.

What a nitemare!

A week later. Jam 9 pagi. Fa ditelepon teman dari Sulawesi sambil berteriak, kaget dengan apa yang dia lihat di FB.

Fa bilang I knew it since like a week ago and did the best thing I could, reported them to FB. Rest, its her responsibility for her life sake. Fa juga bingung.

Sepanjang sepengetahuan teman Fa dari Sulawesi itu, M pernah menjalin hubungan cyber dengan cowok dari salah satu negara di Asia Selatan, tetapi mereka udah putus. Kemudian FB-nya di-hack. Bahkan dia gak bisa mengaksesnya lagi.

Mungkin terbakar rasa sakit hati dan cemburu, si cowok kemudian membeberkan foto-foto itu. Sempat Fa baca rangkaian status update yang ditulis dengan bahasa Inggris minim, bahwa si cowok cemburu kepada M karena pergi makan malam dengan office mate-nya.

Si cowok menulis dengan sangat kasar, bagaimana dia merasa dihempaskan dan diremehkan. Not a mature manner at all.

Yang menjadi concern Fa adalah, those naked pictures. Jika udah masuk ke jejaring sosial, the entire world would possibly see it. Not to mention her family, friends, employer, dan adik-adiknya yang masih di bawah umur.

Dibilang cyber crime juga gak jelas. Ketika informasi udah masuk ke dunia maya, seluruh dunia memilikinya. Bahkan hukum pun blur. We live in a borderless world. Bukan lagi hidup dalam satu negara tertentu. Memanipulasi tempat tinggal pun bisa dengan mudah dilakukan.

Masih dengan cerita yang sama seputar cyber sex, well, crime.

Salah satu temannya teman Fa bahkan rela untuk bercerai dengan suaminya yang sangat alim demi pacar cyber-nya.

Terakhir Fa dengar katanya mereka berencana bertemu di Taj Mahal untuk saling memadu kasih, not to mention urusan cyber sex udah menjadi keseharian mereka.

Lagi-lagi tentang urusan email spam yang kadang bisa memperdaya wanita-wanita yang mempunyai obsesi materi dan pacar bule atau warna lain. Hanya dengan rayuan kata-kata maut, prospek bisnis, sampai janji-janji berbau materi ratusan juta, bahkan orang terpelajar pun bisa kena daya tariknya. Fakta ini Fa dapatkan dari sharing with the girls saat merayakan ulang tahun salah satu anggota kami.

Ternyata apa, ujung-ujungnya adalah pemerasan uang. Alih-alih minta di-transfer sejumlah uang untuk bayar custom di bandara lah, uang ambil paket yang seolah-olah mas kawin dan alat elektronik dari sang pacar cyber, motif kecurian, modal usaha emas, bahkan yang paling nekad ingin dijadikan nanny untuk anaknya yang masih kecil dan si korban harus men-transfer uang sebagai modal keberangkatan ke negara tujuan. Sungguh kreatif para penjahat maya itu. Entah sudah berapa banyak wanita yang terperdaya.

Lalu Batas penjahat dan orang baik pun hanya sebatas sehelai benang. Tingkat kepercayaan dan kredibilitas seseorang atau perusahaan menjadi boomerang when it comes to the cyber world.

Yang baik bisa jadi jahat, yang jahat makin leluasa menjalankan motifnya. Yang kredibel bisa dengan hitungan sepersekian detik hancur oleh hacker yang bergentayangan.

Nah, lalu Seriously, this horrible tragedy has taught me such an important lesson. Be aware, Fa. Keep your privacy record safe. Dont share it, even to most trusted partner.

Apa yang terjadi sama temen-temen Fa, harus menjadi pelajaran buat Fa personally. Dan Fa juga bertanggung jawab memberikan

Cyber Crime

pelajaran ini kepada keturunan Fa kelak, adik-adik Fa, ataupun kepada sahabat dan keluarga Fa tercinta.

Hormati harga diri sebagai wanita. Jadi

wanita yang mempunyai

prinsip. Never share private information. Yang paling aman, jangan mengambil risiko dengan memotret diri sendiri dengan pose-pose tidak senonoh, baik sendiri maupun dengan pasangan.

Dan lagi, Fa harus keep an eye open, setiap kali di toilet, karena hidden camera is everywhere.

Selfnote: Fa. Kamu harus belajar ~~~