YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 50
Kemarin, Allah menghadiahi saya seorang guru baru. Pak Jamin, namanya. Seorang pemborong bangunan asal Palimanan,

Cirebon. Saya kenal dia belum lama. Tepatnya baru hitungan sekian bulan ketika dia menjadi pemborong pembangunan showroom di kantor saya.

Walaupun belum lama kenal, saya meyakini, dia orang yang hebat. Orangnya lurus, tidak neka-neka atau tidak macam-macam. Pekerjaan showroom beberapa waktu lalu telah menjadi bukti. Pekerjaannya bagus, tepat waktu, dan harganya juga sangat bersaing.

Baru akhir-akhir ini saya tahu, ternyata Pak Jamin tidak hanya ahli bangunan, namun juga pintar memproduksi mebel kayu. Kebetulan, saat ini saya sedang ada rencana pengembangan produk di Cirebon.

Pak Jamin mengundang saya untuk melihat bengkel kerja di dekat rumahnya. Jadilah saya main ke rumahnya. Kebetulan, selama ini saya ingin mengenal lebih jauh sosok Pak Jamin ini. Ternyata benar, dia seorang pengusaha yang sukses namun rendah hati dan bersahaja.

Perjalanan menuju ke bengkel kerjanya saya manfaatkan untuk mengorek lebih jauh tentang dia. Pak Jamin bukanlah seorang yang dilahirkan dari keluarga mampu. Justru sebaliknya. Karena faktor ekonomi, Pak Jamin muda sudah harus bekerja merantau ke Jakarta. Puluhan tahun bekerja di Jakarta inilah yang menempa dia menjadi orang hebat saat ini. Kejujurannya yang menjadikan dia banyak dipercaya orang untuk memberinya pekerjaan borongan.

Dalam prinsip kerja Pak Jamin, kepuasan pemberi pekerjaan adalah yang utama. Keuntungan diambil yang wajar saja. Bahkan sering dia menghitung kebutuhan material yang dibutuhkan dan upah tenaganya, sedang besarnya keuntungan diserahkan ke pemberi pekerjaan. Berapa saja dia akan terima.

Dengan keterbukaan seperti ini justru Pak Jamin banyak mendapat pekerjaan. Di mata Pak Jamin, dengan banyaknya pekerjaan yang tidak pernah putus dari proyek satu dengan lainnya sudah merupakan keuntungan tersendiri. Dia bisa menghidupi 48 tenaga kerja yang sudah ia kelola selama ini.

Pak Jamin orangnya sangat sederhana. Tidak tampak kalau dia sebenarnya pengusaha besar yang mampu mengerjakan beberapa proy ek dalam waktu bersamaan. Kemarin pun saya diajaknya mampir ke salah satu proyek yang sedang dikerjakannya, berupa pembangunan sebuah rumah tinggal yang bernilai lebih dari Rp1 miliar. Dengan kemampuan finansial yang dia miliki sebenarnya lebih dari cukup untuk membeli satu atau dua mobil. Namun, itu tidak dilakukannya.

Setelah 45 menit perjalanan, sampailah saya di rumah Pak Jamin. Makin saya dibuat kagum olehnya. Rumahnya sederhana sekali, bahkan

Belajar dan Belajar

ruang tamu dan kamar tidurnya dia buat sendiri dengan bahan serbabambu.

Sebenarnya, Pak Jamin punya rumah yang bagus, namun saat ini ditempati oleh Pak Kuwu, kepala desanya, tanpa ada sewa sama sekali. Rumah Pak Jamin masuk lumayan jauh dari jalan utama desanya.

Saya tanya ke Pak Jamin, Apa tidak susah Pak ketika harus angkutangkut barang dari tempat kerja ke jalan

149

Dijawabnya, Tidak, Pak. Dengan kondisi seperti ini, saya bisa memberi pekerjaan kepada sepasang suami istri yang sudah menjadi langganan untuk angkut-angkut. Memang ada benarnya kalau orang bilang ini tidak efisien, tapi saya yakin Allah akan mengganti saya dari yang lain. Subhanallah.

Di rumah Pak Jamin ada 5 orang tukang kayu. Mereka pun dihargai dengan sangat baik.

Sebelum bekerja sudah saya bayar di depan 50 persen Pak, yang 50 persen ketika pekerjaan sudah selesai. Kita sering mendengar ungkapan, bayarlah upah sebelum kering keringatnya. Saya malah sudah bayar separuhnya sebelum keluar keringatnya, candanya.

Tidak terasa, sudah satu jam lebih saya ada di rumahnya. Sebelum pulang, saya menanyakan satu hal kepada Pak Jamin.

Pak, amalan apa yang Bapak lakukan secara rutin

Dijawabnya, Sederhana, tiap pagi saya selalu berusaha untuk membuat hati orang lain senang.

Saya kejar, Caranya

Pak Jamin langsung menjawab, Saya boncengin dengan motor, ibuibu tua yang jalan ke pasar.

Rupanya, kebiasaan ini sudah lama Pak Jamin lakukan. Dulu, ketika dia masih kerja di pabrik, dia suka membawakan sarapan untuk satpam yang sudah bekerja dari malam hingga pagi hari.

Pak Jamin telah mengajari saya banyak ilmu, bukan dengan ucapannya, namun dengan tindakan-tindakan mulianya. Kepada orang-orang sepertinya saya suka berdoa, semoga selalu diberi umur panjang dan barokah, juga kesehatan, sehingga bisa terus menebar kebaikan dan manfaat kepada orang-orang di kanan-kirinya.

09 November 2013