YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 51
Ternyata, menulis itu menyenangkan. Demikian kesimpulan saya setelah sebulan terakhir ini saya merutinkan diri untuk menulis. Rata-rata satu artikel tiap tiga harinya. Berarti ini sudah melebihi target yang sudah saya canangkan sendiri, yakni satu artikel tiap pekannya.

Awalnya, saya ragu, apa bisa saya menulis secara rutin seminggu sekali. Sambil jalan, keraguan itu pun terkikis. Begitu ada ide dan waktu, saya mulai saja untuk menulis. Tema selalu saja ada, baik yang datang dari tempat kerja, dari kanan-kiri, gagasan yang saya punya, dan masih banyak lagi lainnya. Saya berharap, hal ini terus bisa saya jaga untuk ke depannya.

Kenyamanan antara membaca dan menulis jelaslah berbeda. Menulis menuntut kita lebih kreatif. Namun, kita pun tidak perlu takut dan khawatir. Menurut saya, belajar menulis bisa dari mana saja. Dengan banyak membaca buku dari penulis yang berbeda-beda merupakan cara praktis belajar menulis. Dengan begitu, kita akan bisa memilih penulis mana yang paling cocok dengan selera kita. Setelah itu, tinggal mengembangkannya lagi dengan gaya bertutur kita sendiri.

Saya teringat kata-kata bijak tentang membaca dan menulis, Jika ingin mengenal dunia maka membacalah. Jika ingin dikenal dunia maka menulislah.

Dengan menulis, terbuka kesempatan yang luas kita dikenal dunia, khususnya dunia maya. Coba ketik nama kita atau nama panggilan kita di Google, apa lantas yang muncul di sana Jika kita tidak pernah menulis atau ditulis, tentulah nama kita tidak dikenal di sana.

Pengertian dikenal di sini tentu berbeda dengan terkenal. Terkenal bukanlah menjadi tujuan kita dalam menulis. Dikenal di sini lebih kepada bagaimana kita bisa berbuat dan meninggalkan sesuatu yang baik selama kita hidup. Kebaikan yang kita perbuat sebisa mungkin menjadi inspirasi bagi yang lain untuk berbuat baik pula.

Kendala terberat dalam menulis sejatinya ada ketika mulai menulis itu sendiri. Kalau sudah mulai menulis dan terus menulis, dengan sendirinya kemampuan menulis kita akan terus meningkat.

Dalam segala hal, tidak perlu kita menunggu sampai menjadi ahli terlebih dulu, baru berbuat sesuatu. Namun justru sebaliknya, dengan banyak berlatih, lambat laun kita menjadi terampil. Dari terampil akan menjadi ahli.

Berani memulai menulis sekarang juga

07 November 2013