PEREMPUAN-PEREMPUAN MERBAHAYA - 52
Malam bangkit memeluk diriku gersang unggas di luar tingkap tidak keruan bunyinya sama jantungku riuh degup-degap mengasuh berahi menjadi takzim dengan idam-idaman. Dilucutkan buas selengkap pakaian; membogelkan rahsia-rahsia. Diusapkan peluh di alisku yang marak bacak. Di reguk dia masin-masin dari tubuhku... dari ubun ke lekuk leher ke dua tetek ke kelamin ke telapak kaki hingga amis darah sunti jatuh dari tidur
menggenang kain dewangga yang dikancah pada ranjang... bahtera melempar sauh di cakerawala lalu melangsai kemangkatan perawan.