YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 53
Saya suka terheran-heran kalau mendengar orang yang suka galau dan mengeluh di tempat kerja. Pertama, mengapa harus mengeluh. Apa untungnya Memang kalau sudah mengeluh,

terus mendapat solusi atas apa yang dikeluhkan tadi

Kedua, memang dikira orang lain suka mendengar keluh kesah kita Di luar sana, masih banyak orang yang mencari kerja namun belum beruntung, sehingga harus menganggur. Mengapa yang sudah bekerja malah mengeluh.

Mengeluh sepertinya hal yang sepele, tapi sebenarnya tidak. Dia akan menjadi penggugur pahala besar yang semestinya kita dapatkan ketika bekerja dengan ikhlas. Bagi kawan-kawan yang masih suka galau dan menyalurkan galaunya itu dengan mengeluh, ada baiknya mempertimbangkan lagi beberapa hal berikut.

Pertama, bukankah orang bekerja pasti karena atas dasar suka sama suka Tidak ada pihak yang dipaksa oleh pihak yang lainnya. Nah,

Belajar dan Belajar

ketika merasa ada yang tidak sreg, mending langsung saja berbicara ke atasan atau owner untuk menyampaikan apa yang dikeluhkan.

Misal, merasa kontribusi yang diberikan besar, namun gaji yang diterima dirasa kurang sebanding. Menilai diri sendiri pantas dihargai Rp2 juta, namun perusahaan hanya memberi Rp1,5 juta, misalnya.

Setiap perusahaan pasti memiliki cara dan standarisasi dalam menilai kinerja para karyawannya. Apabila penilaian diri sendiri berbeda dengan perusahaan, saran saya, salurkan itu dengan cara berdiskusi. Sampaikan apa yang dimaui.

157

Akan ada beberapa kemungkinan yang bakal terjadi. Kalau perusahaan menilai kinerja karyawannya memang bagus dan pantas dihargai lebih, pasti akan dipenuhi. Kemungkinan kedua, akan ditawar sesuai hitungan perusahaan. Dan kemungkinan ketiga adalah tidak ada titik temu, sehingga kerja sama yang selama ini dijalin akan berakhir.

Sudah siapkah dengan kemungkinan-kemungkinan tersebut Kalau merasa memiliki skill dan keunggulan lebih dibanding yang lain, pasti akan berani melakukannya. Kalau tidak ada titik temu, masih ada peluang yang lain. Bisa jadi, perusahaan lain sudah mengantre untuk menerima. Atau bisa membuat usaha sendiri.

Kedua, percayalah rezeki tidak akan tertukar. Allah dan para malaikatnya tidak akan pernah salah alamat dalam membagikan rezeki. Masa yang sungguh-sungguh akan mendapat lebih sedikit dari yang kerjanya asalasalan saja Yang bener saja Di mana letak keadilan-Nya

Masih ingat pelajaran fisika tentang hukum kekekalan energi Energi di dunia ini bersifat tetap dan tidak akan pernah musnah; hanya berubah bentuk. Sebenarnya, apa yang kita dapatkan adalah buah dari apa yang kita usahakan. Apabila yang kita usahakan bernilai 10 maka hasil yang akan peroleh juga 10, tidak mungkin 7 atau 8.

158

Begitu pula halnya dengan bekerja. Apabila kita bekerja dengan baik dan itu bernilai Rp2 juta, sementara yang kita dapatkan Rp1,5 juta maka yang Rp500 ribu akan berubah bentuk. Dia akan menjadi tabungan kebaikan buat kita. Allah akan memberikan di saat kita membutuhkannya. Misalnya, sewaktu kita sakit, seharusnya berlama-lama mondok di rumah sakit, namun Allah sudah menyembuhkan kita hanya dengan obat jalan.

Atau bisa dalam bentuk lain. Kita mengalami kecelakaan dan hanya luka ringan. Mungkin seharusnya sampai patah tulang dan bahkan lebih parah lagi. Namun, karena tabungan kita banyak, Allah gantikan itu dengan hanya luka ringan. Begitu seterusnya.

Masih akan galau dan mengeluh

29 November 2013