Saya bersyukur saat ini sudah bisa memanfaatkan waktu untuk kegiatankegiatan yang lebih produktif. Di antaranya adalah membaca dan menulis. Walaupun baru dua bulan ini saya merutinkan diri untuk selalu menulis, manfaatnya sudah bisa saya rasakan. Luar biasa. Inilah yang harus saya bagikan untuk semuanya. Bahkan saya mewajibkan diri saya untuk terus mengampanyekan gerakan ayo menulis ini.
Manfaat dari menulis yang pertama adalah mendorong kita untuk selalu belajar dan belajar. Guna memperkaya materi dan memperkuat materi tulisan, dengan sendirinya kita akan terpacu untuk googling dan searching. Dua kata ini akan makin akrab bagi yang suka menulis. Di
Belajar dan Belajar
luar itu pasti akan selalu berusaha meminta masukan dan pendapat dari yang lebih ahli dalam menulis.
Kedua, menulis dapat meningkatkan kreativitas. Dengan menulis secara rutin, lama kelamaan akan mendorong kita untuk terus menggali lebih dalam tentang cara menulis yang baik. Bagaimana agar lebih sistematis dan tentunya gaya penulisan yang lebih menarik. Menulis adalah kegiatan yang lebih mengoptimalkan otak kanan. Otak kanan ini berfungsi untuk hal-hal nonlogical misalnya mempertajam perasaan, lebih menumbuhkan rasa empati, dan meningkatkan kreativitas.
163
Ketiga, meningkatkan rasa percaya diri. Bagaimana rasanya ketika tulisan kita mendapat tanggapan dan komentar positif dari orang yang lebih ahli menulis Tentulah percaya diri kita akan meningkat. Itulah yang saya rasakan ketika saya ikut lomba menulis artikel di websitenya Jamil Azzaini, salah satu penulis buku-buku terlaris di Indonesia. Saya mengirim 4 buah artikel dan Alhamdulillah 3 di antaranya sudah nangkring di website-nya. Padahal, persaingannya begitu ketat, karena ada puluhan artikel yang dikirim ke redaksi setiap harinya.
Keempat, menyimpan memori. Saya yakin ini termasuk salah satu tujuan utama seseorang menulis, baik itu di buku harian, blog, atau pun website. Terlalu banyak kisah hidup dan aktivitas keseharian yang sangat sayang dilewatkan begitu saja tanpa diabadikan. Menulis ibarat membuat album yang bisa dibuka setiap saat. Entah itu kisah suka maupun duka, pada akhirnya kita akan tersenyum manakala kita membacanya kembali.
Kelima, menulis bisa mengurangi stres. Banyak penelitian dari para ahli yang sudah membuktikan hal ini. Cara termudah untuk mengungkapkan kegalauan dan sekaligus mendapatkan penyembuhannya adalah dengan menulis. Hal ini bisa dilihat dari orang yang rajin menulis di buku diary yang di dalamnya memuat pengalaman-pengalaman emosional, pasti dia tidak mudah stres.
Keenam, sebagai sarana berbagi dan beramal. Termasuk amal yang paling utama adalah berbagi ilmu dan menginspirasi ke orang lain. Sering tidak kita sadari, sepertinya hanya selembar tulisan sederhana bagi kita, menurut orang lain bisa jadi luar biasa.
Jika seseorang mengerjakan kebajikan lantaran meniru atau terinspirasi apa yang kita kerjakan maka pahala yang terus-menerus akan mengalir kepada kita, tanpa mengurangi pahala bagi orang yang mengerjakan kebajikan tersebut. Itulah yang dinamakan amal jariyah.
Ternyata, begitu besar manfaat dari menulis. So, jangan tunda-tunda lagi untuk segera mulai menulis. Harus saya yakinkan sekali lagi, rugi besar kalau tidak menulis.
03 Desember 2013