Sebenarnya, saya tidak ada rencana untuk ikut seminar ini, karena harga tiketnya yang mahal. Saya tahu akan ada seminar Mario Teguh sejak seminggu lalu dari koran lokal Solo.
Pagi itu, saya mendatangi satpam yang sedang bertugas, lalu berbincang di ruang kerjanya. Sehabis mengobrol, saya membaca koran sebentar dan melihat, ada iklan seminar Mario Teguh. Terlihat di sana harga tiketnya Rp395 ribu dan pada Hari H seharga Rp500 ribu.
Ya Allah, ada seminar Mario Teguh. Sebenarnya pengin ikut, tapi kok tiketnya mahal.
Selama tiga hari berselang, pada waktu yang hampir sama, Pak Satpam mengetuk pintu ruangan saya.
Selamat pagi, Pak. Maaf, ini ada undangan.
Subhanallah. Ternyata undangan yang disodorkan ke tangan saya adalah undangan untuk menghadiri seminar Mario Teguh. Pengirimnya, Yayasan Solo Peduli. Jadilah kemarin saya berkesempatan bertatap langsung dengannya.
Bertempat di Ballroom The Sunan Hotel Solo, Pak Mario tampil memukau di hadapan hampir seribuan orang yang hadir. Tema yang diangkat adalah If Tomorrow Never Comes. Tidak mudah untuk mencatat inti-inti seminar motivasi yang disampaikan Pak Mario. Karena, sepanjang 90 menit dia berbicara, semuanya inti. Semua daging.
Semua orang pasti menginginkan banyak rezeki dari hasil bekerja. Sebenarnya, Tuhan telah menyiapkan banyak rezeki untuk kita lewat orang lain. Nah, kuncinya adalah bagaimana kita bisa mempunyai sikap yang baik kepada orang lain.
Untuk itu, setidaknya kita perlu mempunyai tiga modal. Pertama, menjadi pribadi yang mudah diterima. Caranya, menyesuaikan diri dengan kebiasaan orang yang kita dekati. Contohnya, seorang marketing yang kustomernya orang asing harus mengerti bagaimana cara mereka berbicara, makan, minum, berpakaian, dan sebagainya. Kalau bisa menyesuaikan, kita akan lebih mudah diterima.
Kedua, menjadi pribadi yang disukai, di mana kehadirannya dinantikan. Caranya dengan mengembangkan kepribadian kita, sehingga lebih berkualitas. Pak Mario mencontohkan, ketika muda, dia adalah seorang pemalu dan penyendiri. Akhirnya, dia berlatih keras bagaimana caranya bisa berbicara dengan baik dan percaya diri di hadapan orang lain.
Ketiga, dengan menjadi pribadi yang dipercaya. Sudahkah kita memiliki ketiganya
Belajar dan Belajar
Pak Mario juga mengingatkan pentingnya berdoa. Ketika kita berdoa, hakikatnya kita sedang connect dengan Tuhan. Jika kita connect maka akan diselamatkan-Nya.
Dia berkisah, pada suatu malam di Jakarta, sekitar pukul 11 malam, Pak Mario melihat seorang anak kecil penjaja koran di pinggir jalan.
Dia lantas berdoa, Ya Tuhan, jika penderitaan anak ini adalah untuk kehebatan dia di masa depannya, mohon jangan berlama-lama penderitaannya.
Selang beberapa saat, muncullah sebuah mobil dengan kecepatan sangat tinggi lantas berhenti tepat di depan si anak berdiri. Pak Mario memperkirakan, tidak masuk akal si pengemudi mampu mengendalikan mobil dengan kecepatan setinggi itu, sehingga tidak menabraknya. Semua hal dalam pengendalian-Nya.
167
Berdoa dan bercita-citalah menjadi orang yang suka menolong dan memberi bantuan untuk orang lain. Jika suka memberi maka Tuhan akan memampukan kita untuk memberi. Dia tidak akan tega kalau tidak memberi. Dan bentuk doa terbaik adalah dengan tindakan memantas kan diri. Karena hakikatnya, keindahan akan mengundang keindahan pula.
Sama seperti acara Mario Teguh Golden Ways, Pak Mario membuka sesi tanya jawab bagi peserta seminar. Ada peserta yang bertanya dengan kalimat yang sering dipakai untuk guyonan saat ini, Hidup ini tak semudah yang dikatakan Mario Teguh.
Atas statement tersebut, Pak Mario bertanya balik kepada peserta, Di Solo ini hidup termasuk sulit atau mudah, ya
Jawaban peserta beragam. Ada yang menjawab sulit, dan sebagian lagi menjawab mudah. Pria kelahiran Makassar 57 tahun lalu itu me ngatakan bahwa hidup sulit atau mudah bergantung pada masing-masing orang yang menjalaninya.
Bisa jadi ungkapan itu benar, karena orang-orang yang mengatakan seperti itu hidupnya memang sedang benar-benar sulit, jawab pak Mario dengan bercanda.
Dalam seminar kemarin, Pak Mario menyampaikan pepatah Tiongkok yang berbunyi, Setiap masa itu sulit, tapi pasti lewat.
Orang lebih berfokus pada masa sulitnya, bukan kepada bagian pasti lewatnya. Di balik awan hitam itu pasti ada matahari. Masa depan didatangkan Tuhan dalam potongan hari. Tugas kita adalah menggunakan hari dengan sebaik-baiknya. Kita tidak harus menjadi manusia terbaik, tapi jadilah yang terbaik dalam melakukan sesuatu.
Dalam dua hari ke depan, besok adalah kemarin. Kenapa harus berkecil hati dengan masa lalu Masa lalu bisa diubah. Caranya dengan melakukan yang terbaik hari ini. If tomorrow never comes I have today.
08 Desember 2013