Jika pada perusahaan di mana kita bekerja sudah membuat hal tersebut bahkan diadakan acara khusus untuk mempresentasikannya dengan tim, bagaimana dengan target pribadi kita Sudahkah kita membuatnya Atau malah dari tahun ke tahun tidak pernah membuatnya Kebiasaan membuat target dan berusaha mewujudkannya akan membuat hidup lebih bergairah dan terarah.
Seperti apakah target yang mesti dibuat Hendaknya target yang akan kita buat benar-benar membuat kita bersemangat untuk mewujudk ann ya. Sebaliknya, jika tidak tercapai, kita akan merasa rugi. Rugi karena target tersebut memang benar-benar berarti, bukan target sekadarn ya.
Buatlah target yang menantang, jangan yang kecil atau remeh temeh. Allah Yang Mahabesar telah menganugerahkan kita potensi dan kemampuan yang luar biasa kepada kita. Membuat target kecil sama saja kurang mensyukuri potensi yang sudah Allah berikan kepada kita.
Berikut ini adalah sebagian target saya untuk 2014.
1. Pergi ke Tanah Suci
2.
Target ini sudah saya canangkan awal tahun 2012. Mulai 2012, saya bertekad untuk selalu mengunjungi Tanah Suci setiap tahunnya. Ber kunjung ke Tanah Suci bisa dengan umroh atau pun haji. Alhamdulillah, tahun 2011 lalu, saya bisa umroh sendiri, dan tahun lalu, bisa saya ulangi lagi dengan anak pertama saya, Wening.
Tahun ini saya targetkan pergi ke Tanah Suci, sekitar Bulan Februari. Di sana masih dingin dan pekerjaan relatif lebih longgar jika dibanding dengan Maret yang sudah ada agenda mengikuti pameran dan lainnya.
3. Memulai Jalan untuk Tahfid Quran
4.
Target ini sama seperti ketika saya buat pada awal 2000-an. Mulai dari ayah dan ibu saya sampai kakek nenek dan ke atas, belum ada yang pernah pergi haji. Ketika itu, saya mencanangkan impian rekor yang harus saya pecahkan, mulai dari saya, untuk pergi haji. Alhamdulillah, saya bisa memecahkannya pada 2004. Saya pergi haji lagi tahun 2007 bersama istri dan ibu saya.
Tahun 2014, mimpi saya untuk memulai jalan menjadi Tahfid Quran dimulai. Kali ini bukan saya yang akan melakukannya. Namun Wening, anak pertama saya. Dia sudah sanggup untuk berjuang menjadi penghapal Al-Quran. Insya Allah, awal tahun depan, Wening tes masuk sebuah pesantren di Jakarta.
Belajar dan Belajar
Rencana kedua pun sudah dibuat jika rencana pertama tidak berhasil. Insya Allah, mulai generasi anak saya sudah ada yang hapal Al-Quran.
Demikian sampai cucu, cicit, canggah, dan selanjutnya.
3. Pergi ke Eropa
4.
Tahun depan, sudah saatnya saya harus menginjakkan kaki ke Eropa lagi. Ibarat baterai, sudah saatnya saya di-charge. Saya yakin tahun ini bisa mencari sponsor untuk trip ke Eropa lagi. Banyak buyer yang bisa saya hubungi untuk itu.
171
Mendapatkan sponsor untuk salah satu hotel atau tiket pesawatnya sudah lebih dari lumayan. Tujuan utama trip tentu saja untuk mengembangkan kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Selebihnya adalah tadabbur alam, menikmati keindahan ciptaan Allah.
5. Divisi Cirebon Over Target
6.
Untuk pekerjaan, divisi yang menjadi tanggung jawab saya harus lebih berprestasi. Untuk Cirebon, target ini tentu sangat realistis, bukan mengarang. Walaupun Cirebon saat ini baru tiga bulan konsolidasi, saya yakin capaian tahun depan akan lebih baik daripada tahun ini.
Dengan beberapa perbaikan yang saya lakukan dengan HRD dan kemauan keras semua tim Cirebon maka target ini saya yakin bisa terwujud. Bahkan tidak tertutup kemungkinan akan membuat kejutan di akhir tahun jika Divisi Cirebon akan nangkring di peringkat 3 group.
Dan masih ada beberapa target pribadi saya yang lainnya. Boleh tahu target pribadi teman-teman
26 Desember 2013