karyawan saya. Tidak lupa juga kepada keluarga.
Pertanyaan yang saya ajukan sama, yakni apa kekurangan saya selama ini. Saya berharap, dengan mendapat masukan-masukan ini, saya lebih mudah memperbaikinya. Saya ingin menjadi bapak yang baik untuk anak-anak saya. Saya ingin menjadi pimpinan yang baik untuk staf dan karyawan yang saya pimpin.
Akhir pekan kemarin, saya mulai dari staf dan karyawan saya di kantor Cirebon. Ketika saya diminta memberi sambutan Rapat Akhir Tahun, di akhir sambutan, saya minta hadiah kepada mereka. Hadiahnya sederhana saja, yakni menjawab pertanyaan tunggal saya tadi.
Saat itu, hadir 30 orang. Di atas meja mereka masing-masing tersedia selembar kertas dan pulpen. Ketika menulis saran dan masukan saya
Belajar dan Belajar
minta untuk tidak menuliskan namanya. Bahkan saya minta tulisannya dibuat beda dari biasanya, sehingga saya tidak bisa mengenali siapa yang menulis. Saya minta ditulis dengan sejujurnya. Tidak perlu sungkan apalagi takut. Karena yang meminta dan yang butuh masukan adalah saya sendiri.
Pada pengantar, saya jelaskan bahwa saya selalu ingin menjadi lebih baik. Selama ini, mungkin saya lebih banyak bicara. Ya, memang berbicara itu sudah menjadi bagian dari tugas saya. Saya harus memberi arahan, masukan, dan penilaian kepada semua tim saya.
Di rumah pun demikian.
173
Nah, momentum akhir tahun 2013 ini saya balik. Saya ingin lebih banyak mendengar masukan dan penilaian dari orang lain tentang diri saya. Kata orang bijak, itulah mengapa Allah memberi kita dua telinga dan hanya satu mulut. Tidak lain agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.
Dalam perjalanan pulang dari Cirebon ke Solo, di mobil saya menikmati tulisan dari staf dan karyawan Cirebon. Seperti apa masukan dan sarannya Macam-macam, seperti gado-gado.
Ada yang memberi masukan tentang sikap saya yang kurang tegas kepada karyawan yang kurang disiplin. Ada yang menulis bahwa saya masih kurang senyum, bahkan ditambahi kata-kata, Kalau senyumnya ditambahi sedikit lagi akan lebih ganteng, Pak.
Dalam hati saya membatin, Apa benar saya kurang senyum, ya Perasaan, selama ini kerjaan saya hanya senyam-senyum.
Ada yang meminta waktu saya di Cirebon diperbanyak, karena 9 hari dalam sebulan masih dirasa kurang. Untuk hal ini, saya akan atur lebih baik lagi waktu saya. Rasanya, saya masih kuat untuk lebih banyak lagi bolak-balik Solo-Cirebon pada 2014.
Pada bagian lain, ada yang menulis, kalau bicara saya terlalu cepat. Lha kalau ini, saya 1000 persen mengaku benar. Bahkan ketika saya ikut training Wanna Be Trainer di Bogor bulan lalu, salah satu kelemahan yang saya miliki dan saya sampaikan kepada trainer saya adalah bicara saya yang terlalu cepat. Mungkin terbawa kebiasaan saya kalau jalan, makan, mandi; semua serba cepat.
Pagi tadi, giliran saya meminta masukan dan saran dari staf dan karyawan saya di Solo. Sehabis mengaji rutin bersama, semua saya beri selembar kertas dan pulpen. Tugasnya sama, menjawab pertanyaan tunggal saya tadi.
Rupanya mereka belum begitu jelas pada apa yang saya mau, sehingga saya harus memberi contohnya. Alhamdulillah, saya banyak mendapat masukan konstruktif. Kurang lebih sama dengan yang saya terima dari staf dan karyawan saya di Cirebon.
Saya bersyukur bisa memanfaatkan hari terakhir 2013 untuk mawas diri dan menerima masukan. Saya berjanji kepada diri sendiri, keluarga, dan orang-orang yang selama ini bekerja bersama saya untuk berusaha lebih baik. Atas semua salah dan khilaf, saya tentu memohon maaf. Dan tak lupa, saya selalu meminta support doa dan kritikannya, sehingga bisa menjadi orang yang lebih baik di waktu mendatang.
Selamat tinggal 2013 dan selamat datang 2014. Mudah-mudahan Allah selalu memberi kemudahan dan keberkahan untuk kita semua. Amin.
31 Desember 2013