PEREMPUAN-PEREMPUAN MERBAHAYA - 59
mendayu-dayu guruh balu dari mashrik menguncur gering

seperti ibu berwalang hati dan cuba menenang menidurkan anak dengan menyanyi di dalam buaian... aku kira dari ranum berselimut intan... berbaringlah telapak kaki pada lidah pedang

berbisa asal bertahan

biar terus-menerus dibedil serdadu-serdadu derita sampai binasa segala asal betah-lah bertahan! dan aku kira-kira lagi...

walau lamat-lah diguyur halilintar dibadai hujan panas asal kesetrum hatinya terus berdiri bak kaki dipasak dalam sedalam tanah. biar...

ghalat-lah kota dipeluk gerimis menanti bendera putih menari di langit... memang lumrah-lah benih bahagia ditanam atas batas duka-duka.