AYAH EDY PUNYA CERITA - 59
Ayah Edy adalah sosok pembelajar yang selama beberapa puluh tahun terus berjuang untuk mendapatkan gambaran sebenar keunggulan dirinya. Namun sayangnya, kerana kurangnya program-program di sekolah yang berorientasi untuk menggali potensi keunggulan diri, maka Ayah Edy harus melalui jalan yang panjang dan berliku-liku untuk menemuinya.

Masa-masa pencarian potensi diri tersebut bermula dengan profesion sebagai seorang junior accountant di salah satu perusahaan industri kimia antarabangsa. Setelah menekuni pekerjaan tersebut selama lebih kurang satu tahun, Ayah Edy berasa bidang akauntan tidak sesuai dengan dirinya, maka dia terus berusaha mencari bidang lain yang lebih sesuai dengan berpindah-pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Dari satu bidang ke bidang yang lain.

Dalam perjalanan sejarah, Ayah Edy tercatat pernah mencuba menggeluti bidang-bidang human resources development, management office, customer services, business development, quality services assurance, training, dan konsultan pembangunan sumber manusia.

Pengalaman kerjaya Ayah Edy juga sangatlah beragam. Mulai dari perusahaan dalam negeri sampai perusahaan luar negeri. Sebelum menjadi pengamal pendidikan. Ayah Edy juga sempat menjadi Associates Partner di berbagai Training Konsultan di Jakarta dan Bandung.

Disingkatkan cerita, Ayah Edy akhirnya berjaya menemui pengetahuan yang telah mampu menjelaskan mengapa dia harus malang-melintang di pelbagai bidang dan perusahaan selama bertahun-tahun untuk berjaya menemukan potensi unggul dalam dirinya.

Untuk itulah Ayah Edy telah bulat untuk memutuskan beraksi di bidang tersebut, iaitu sebagai seorang pembicara dan pengamal pendidikan anak. Ternyata di sinilah Ayah Edy berhasil mencapai potensi terbaiknya yang selama ini terpendam, sekaligus menjadikannya sebagai profesion yang paling dicintainya dalam sepanjang pengalaman hidupnya.

Kebelakangan ini ternyata diketahui bahawa Ayah Edy tidaklah sendirian, begitu banyak dari kita juga yang mungkin mengalami hal serupa. Bertahun-tahun malang-melintang berganti-ganti pekerjaan, kebingungan dalam menentukan arah profesion yang akan dilalui, bahkan tidak jarang dari kita yang hingga saat ini berasa belum juga menemukan profesion yang dirasa sesuai untuk diri kita.

Fenomena ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia sahaja, melainkan juga banyak terjadi di seluruh dunia. Baru-baru ini bancian telah membuktikan bahawa ternyata terdapat lebih banyak orang yang gagal menemukan potensi terbaik dalam dirinya daripada orang yang berjaya sehingga sering kali pada akhirnya mereka memilih profesion seadanya sahaja. Kerana rasa terpaksa dalam memilih profesion itulah maka pada akhirnya mereka tidak boleh mencapai prestasi terbaik dan terus mengeluh mengenai pekerjaan tanpa ada kata putus. Kalau pun ada yang berhasil mencapai puncak karier, tetap sahaja batinnya belum berasa sesuai dan bahagia.

Ternyata semua ini bermuara pada sistem pendidikan dan sistem pengajaran guru di sekolah, serta pola asuhan ibu bapa di rumah.

Melalui program-program parenting yang dinamakan Ayah Edy bermula dari rumah ke rumah, perkumpulan ke perkumpulan, sekolah ke sekolah sampai seminar di hotel-hotel berbintang, Ayah Edy ingin berkongsi pengalaman kepada setiap ibu bapa dan guru agar kejadian yang serupa tidak lagi dialami oleh anak-anak kita kelak. Apatah lagi mulai tahun 2010 anak-anak kita harus mulai bertarung dengan bangsa-bangsa lain di dunia dalam pasaran tenaga kerja, baik di dalam mahupun di luar negeri.

Ternyata lebih banyak orang yang gagal menemukan potensi terbaik dalam dirinya, akhirnya memilih profesion seadanya sahaja.