Namun ia juga sadar siapa dirinya, bagaimana pandangan orang lain terhadap citranya selama ini. Ia adalah anak dari seorang tokoh masyarakat, anak seorang kyai pondok pesantren modern yang ternama. Ia tak bisa mengekspresikan rasa cintanya itu dengan menjadi gila sebagaimana Majnun mencintai Layla. Meskipun ia sadar kalau dirinya telah menjadi separuh gila, tapi ia tak mungkin bertindak bodoh dengan mengungkapkan perasaannya kepada bidadari yang dicintainya. Hal itu dipandangnya hanya akan menghancurkan citra baiknya yang selama ini melekat dalam dirinya. Namanya sudah terlanjur dikenal baik oleh file fikiran manusia di sekitarnya.
Karena cinta yang tertahan inilah, ia lebih memilih jalan untuk menyiksa dirinya sendiri. Ia membiarkan hasratnya terpendam dalam jiwanya, tanpa ada orang lain yang mengetahuinya. Ia sendiri tak tahu kapan deritanya itu akan berakhir. Disatu sisi ia memang menginginkan untuk mengakhiri penderitaan itu, tapi disisi lain seolah ada jutaan setan yang membisikan dalam dadanya agar ia tetap memelihara hasrat rindu jiwa tersebut. Secara tak sadar ia menjadi seorang laki-laki yang sangat melankolis, seringkali bibirnya mengeluarkan sendiri bait-bait puisi yang tak kunjung habis. Fikirannya saat ini tak lagi terisi oleh buku-buku science, psikologi, sosial dan lainnya, tapi sesak terpenuhi oleh jutaan kata berisi syair-syair cinta. Otaknya yang menurut penelitian para neurolog berisi sepuluh pangkat delapan ratus memori itu kini hanya terjejali dengan nadanada cinta.
Cinta
Ia ada, dan akan selalu ada, dalam ada maupun tiada Apakah yang tiada itu ada
Ya, yang tiada itu ada
Begitu pula yang ada itu ada
Dan cinta ada didalam keduanya
Cinta tak mengenal struktur
Ia melampaui struktur bahasa
Menerjang struktur fikiran
Ia hadir dalam ketiadaan
Bersembunyi dalam kehadiran
Dalam kegembiraan ada cinta
Dalam kegetiran ada cinta
Dalam sepi maupun ramai, ada cinta
Bahkan dalam cinta, ada cinta
Ia mengalahkan kelihaian air
Mengalahkan kelembutan angin
Mengalahkan geloranya api
Makna cinta hilang ketika tertulis dan terkata
Akan sirna ketika terwakili oleh jasad yang fana
Ia lebih suci dari kesucian itu sendiri
Lebih agung dari keagungan itu sendiri
Lebih mencintai dan dicintai dari kecintaan itu sendiri
Cinta adalah sebuah ide
Ide yang sempurna
Ide yang muncul dari fikiran
Ia hadir disaat manusia merindukan kedamaian, kebahagiaan, keindahan, kenikmatan
Hanya ide seperti inilah yang abadi, tak bermuara
Cinta adalah gelora manusiawi
Ia adalah hasrat, gejolak dan spirit yang muncul dari dalam diri
Ia sadar sekaligus tak sadar
Ia bernalar sekaligus tak bernalar
Ia tampak sekaligus gaib
Ia terdengar sekaligus tak bersuara
***
Malam berhias purnama, dikelilingi bintang-bintang yang tersenyum manis, kerlipannya yang menawan terasa begitu dekat dengan mata yang menatapnya. Keindahan bintang dilangit selalu mengingatkan ia pada pesona orang yang dicintainya. Hari-harinya ia habiskan untuk terus memikirkanya. Selama ini ia hanya memendam perasaannya. Ia berkomunikasi dengan Nurussyifa hanya dalam batas persahabatan. Itu juga tanpa bertatap muka, hanya melalui korespondensi via internet. Nurussyifa lebih suka membicarakan tentang hal-hal yang bermanfaat, seperti training, buku, teori dan semacamnya. Sebenarnya Ibnu sendiri ingin sekali membicarakan tentang perasaan cintanya padanya. Tapi ia tak mampu melakukannya. Meskipun terpaksa dan jenuh, ia terus melayani apa permintaan kekasihnya itu, meskipun sesungguhnya tema-tema seperti itu telah membosankan hatinya.
Hampir setiap hari, mereka berdiskusi melalui chatting, tentang tema-tema yang bermanfaat. Apapun pertanyaan yang datang dari kekasihnya itu, ia selalu jawab dengan sebaik-baiknya.
Mas, minggu depan Syifa diminta ngisi acara training
pengembangan diri untuk anak-anak rohis SMP 4. Bisa bantu Syifa nggak
Insya Allah bisa. Emang apa tema-nya
Biasa, tentang motivasi gitu. Kira-kira referensinya apa aja yah Referensi banyak. Mau yang berbahasa asing atau yang berbahasa Indonesia
Kalau bisa yang berbahasa Indonesia aja, biar mudah cari bukunya. Lagipula ini kan cuma untuk anak-anak usia SMP
Kalau begitu Syifa cari saja buku-buku terjemahan karya Bobby De
Porter, Stephen Covey, Edward De Bono dan semacamnya. Banyak kok. Di Pacific Mall juga ada
Kalau boleh, mas kasih Syifa gambaran tentang isi materi-materi motivasi dong. Ya sekadar peta-nya aja
Motivasi adalah alasan untuk berbuat (reason to do). Bobby De Porter membahasakannya dengan AMBAK (Apa Manfaatnya BAgiKu). Semakin banyak alasan yang kita buat untuk sebuah aktivitas, maka akan semakin tinggi motivasi kita untuk mengerjakannya
Kalau penjelasan tentang potensi manusia yang mencakup IQ, EQ dan SQ bagaimana mas
Berkaitan dengan IQ, Gordon Dryden mengatakan: Youre the owner of world most powerful computer. Sedangkan Tony Buzan mengatakan bahwa otak adalah ibarat raksasa tidur. Ini menunjukkan kalau kita memiliki otak yang sangat luar biasa. Otak adalah bentuk fisik, sedangkan substansinya adalah akal. Al aqlu huwa quwatum mudrik, akal adalah sebuah kekuatan yang mampu menangkap dan memahami sesuatu. Menurut para ahli, otak manusia terdiri dari otak kiri yang bersifat urut, parsial dan logis, serta otak kanan yang bersifat acak, holistik dan kreatif. Keduanya dihubungkan oleh Corpus Collosum. Dengan kita sadar akan fungsi otak, kita akan lebih tepat dalam memanfaatkannya. Selain itu, yang aku tahu, otak manusia memiliki potensi sangat dahsyat. Ia terdiri dari seratus milyar sel aktif, dua puluh ribu sambungan per detik dan sepuluh pangkat delapan ratus memori. Oleh karena itu, kita harus berfikir positif untuk mengoptimalkan potensi otak. Karena dengan begitu ia akan mengubah susunan kimia otak dan akan merangsang produksi dopamin dan neurotransmitter yang menimbulkan sensasi senang, sehingga akan cepat menangkap informasi dan menambah daya ingat
Apakah itu yang dilakukan juga oleh mas Ibnu
Ya, bisa dibilang begitu. Karena selama ini saya begitu yakin dengan potensi otak, sehingga saya mendayagunakannya dengan optimal. Adapun tentang EQ, Robert K Cooper menginterpretasikan bahwa kecerdasan emosi adalah kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh manusiawi. Kecerdasan emosi inilah yang mampu melakukan kontrol diri dalam aktivitas manusia, karena molekulmolekul emosi menjalankan setiap sistem didalam tubuh. Ini menurut Candace B Pert dalam buku Molecules of emotion: Why you feel the way you feel. Kecerdasan ini berpusat di amigdala yang merupakan komponen otak yang mampu memberikan respon lebih cepat dibandingkan dengan neokorteks sebagai pusat kemampuan berfikir. Ini menurut Daniel Golemen dalam buku Emotional Intelligence. Menurutnya pula, EQ adalah potensi yang paling besar untuk menggapai sukses dengan prosentase 80 persen
Sungguh ilmiah penjelasan mas Ibnu. Terus
Sedangkan SQ, banyak teori mengenai ini. Singkatnya, inti dari kecerdasan spiritual adalah God spot yang terdapat dalam qalbu manusia. Orang yang sukses menggunakan SQ adalah orang yang berfikir dengan zero mind process tentang kebenaran (truth). Dalam bahasa yang lebih akademis, kecerdasan ini juga bisa disebut sebagai kecerdasan transcendental. Allah SWT berfirman dalam QS Al Hajj: 46, Tiadalah mereka melakukan perjalanan dimuka bumi, sehingga mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka merasa. Singkatnya begitu
Baiklah mas, syukron jazilan untuk ilmu yang sangat berharga ini. Sudah dulu ya.. kita sambung besok kalau ada waktu. Wassalam
Waalaikumussalam
Sementara itu Ibnu meratapi dirinya. Sungguh sangat tak berdaya dirinya. Ia merasa semua pengetahuan yang disampaikannya kepada Nurussyifa itu hanya ada dalam dunia teori. Ia sendiri merasa belum sepenuhnya menjalankan semua teori yang ada. Dalam satu sisi, ia merasa orang yang paling hebat dalam hal intelektualitas. Ia mampu menjelaskan apa saja yang berkaitan dengan teori. Disisi yang lain, ia merasa telah terpenjara oleh jerat cinta yang tak mampu ia kendalikan. Secara teori, ia faham kalau seseorang harus memiliki manajemen emosi untuk bisa mengharmonisasikan dirinya. Selama ini teori-teori itu seolah senantiasa berceramah didalam otaknya. Tapi, ternyata apa yang sedang dialaminya itu mengikis habis teori yang ada. Pengalamannya lebih post-strukturalis dari teori post-struktural itu sendiri. Lebih fenomenologis dari teori fenomenologi itu sendiri. Ia merasa benar-benar hidup dalam makna yang sesungguhnya, lebih dari sekadar terminologi hidup dan kehidupan.
Rasa, persepsi, naluri dan hasrat setiap manusia memang bisa diteori-sasikan, tapi upaya itu tetap hanya akan menyentuh aspek permukaan. Samudera yang luas dan dalam tak akan mampu dilihat keseluruhan isi yang ada didalamnya. Apalagi jika dilihat oleh pandangan mata telanjang yang terbatas jangkauannya. Segala jenis metode, dari mulai fenomenologi, etnografi, etnometodologi, interaksionisme simbolik dan semacamnya, tetap tak akan mampu mengungkap realitas yang ada dalam misteri diri manusia. Rasa dan gelora yang kini tengah dialami oleh Ibnu, merupakan bukti bahwa dirinya tak mampu didefinisikan oleh kata-kata.
Ibnu terus merenung dalam sepi. Tak terasa pipinya yang terbiasa ia gunakan untuk tersenyum manis kini basah oleh tetesan air matanya sendiri. Ia sungguh tak percaya kalau dirinya menangis. Meskipun begitu ia tetap menikmatinya. Ia keluar kamar dan beradu pandang dengan purnama malam. Hatinya terperanga dengan keindahannya. Baru kali ini ia begitu menikmati keindahan rembulan. Wajah rembulan itu terkesan lebih cantik dari biasanya. Iapun terus membayangkan perempuan pujaannya. Hatinya kembali bersyair.
Sedari dulu kukira rembulan hanya ada satu
Hingga kulihat dirimu laksana bidadari
Kulit pelipis diatas pipimu terlihat ranum
Ada rasa suka dan hati ini terasa mengeras
Hati menghangat dan air mata mengalir deras
Aku kan bersyukur kepada Tuhan
Jika kau sudi memberi balasan
Tali cinta orang yang mencintai tak terelakkan