KISAH ASHABUL UKHDUD - 6
1. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menyesatkan siapa yang dia kehendaki. Pemuda dalam kisah ini mendapatkan petunjuk dari Allah, meskipun dia berada dalam pengawasan seorang tukang sihir dan raja yang kafir.

2. Kita harus belajar sungguh-sungguh sejak masih muda belia, seperti pemuda itu, agar kita menjadi pandai, dan dapat menolong diri kita dan orang lain dengan ilmu yang bermanfaat.

3. Kita tidak boleh terperdaya oleh kepandaian atau kelebihan seseorang, tetapi mengembalikan semuanya kepada Allah. Lihatlah pemudah itu, dia tidak pernah menyombongkan keahliannya menyembuhkan penyakit di hadapan manusia, tetapi selalu menegaskan bahwa hanya Allah saja lah yang menyembuhkan, dan hanya kepada Allah dia berdoa meminta kesembuhan.

4. Sesungguhnya Allah Yang Mahatinggi selalu menampakkan kebenaran dan membela para pendukungnya, serta akan menyingkirkan kebatilan dan para penyerunya.

5. Seseorang yang beriman boleh mengorbankan dirinya untuk menegakkan tauhid agar manusia beriman kepada Allah saja seperti di dalam kisah di atas. Sang pemuda rela mati mengorbankan dirinya sehingga keteguhan dan kebenaran dakwahnya disaksikan oleh orang banyak, maka orang-orang pun beriman kepada Allah, Rabb pemuda itu, dan Rabb kita semua.

6. Orang-orang yang beriman akan selalu mendapatkan ujian atas keimanan mereka, seperti yang ditunjukkan oleh kisah diatas, dan banyak kisah lainnya dalam Al-Quran.