NYANYIAN CINTA - 6
Hari berikutnya Mahmud menceritakan apa yang dialaminya dengan Tuan Ragab perihal tas hitam kumal itu pada sahabat karibnya Ramhi. Dan Ramhi menanggapinya dengan emosi, Emang sewa kamarmu sudah kau lunasi!

Belum. Jawab Mahmud.

Kau sungguh bodoh! Sok suci! Sok ikhlas! Miskin tapi sok kaya! Apa sih beratnya menerima tanda terima kasih. Mungkin itu bisa jadi modal kamu usaha. Kamu itu sungguh manusia aneh. Bayar sewa kamar saja nunggak berbulan-bulan tapi sok malaikat. Sok tidak butuh uang. Dasar kolot, tolol, bahlul,

primitif! Sini berikan padaku kartu namanya biar aku cari Tuan Ragab itu dan aku ambilkan bagianmu.

Mahmud menggelengkan kepala.

Kenapa tidak! Sengit Ramhi.

Lelaki sejati tidak akan menjilat ludahnya!

Bah! Dasar prtimitif kolot! Jika kau masih mem-pertahankan kekolotan prinsip-prinsipmu di era global seperti ini, kau tidak akan survive! Kau akan binasa terlindas realitas!

Allah bersama orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

Dengan muka kesal Ramhi meninggalkan Mahmud sambil bergumam,

Semoga kau dapat petunjuk wahai manusia lugu yang kolot!