BENCANA GHIBAH - 6
Untuk menghindari ghibah kita harus sadar bahwa segala apa yang kita ucapkan semuanya akan dicatat dan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla berfirman :

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.(Q 18)

Dan janganlah kalian mengikuti apa yang kalian tidak mengetahuinya, sesungguhnyapendengaran, penglihatan, dan hati itu semua akan ditanyai (dimintai pertanggungjawaban) (Al-

Isro 36)

Dan jika kita tidak menjaga lisan kita -sehingga kita bisa berbicara seenak kita tanpa kita timbang-timbang dahulu yang akhirnya mengakibatkan kita terjatuh pada ghibah atau yang lainnya- maka hal ini akibatnya sangat fatal. Sebab lisan termasuk sebab yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wa Salam : Bukankah tidak ada yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka melainkan akibat lisan-lisan mereka

Demikian juga sabda Nabi Shallallahu alaihi wa Salam :

Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah dua lubang, mulut dan kemaluan.

Dari Abu Huroiroh Radhiyallahu anhu bahwasanya beliau mendengar Nabi Shallallahu alaihi wa Salam bersabda :Sungguh seorang hamba benar-benar akan mengatakan suatu kalimat yang mendatangkan murka Allah yang dia tidak

menganggap kalimat itu, akibatnya dia terjerumus dalam neraka jahannam gara-gara kalimat itu. (Bukhori)

Sehingga karena saking sulitnya menjaga lisan, Rosulullah Shallallahu alaihi wa Salam pernah bersabda :

Dari Sahl bin Sad dia berkata : Rosulullah Shallallahu alaihi

wa Salam bersabda :Barangsiapa yang menjamin kepadaku (keselamatan) apa yang ada diantara dagunya (yaitu lisannya) dan apa yang ada diantara kedua kakinya (yaitu kemaluannya) maka aku jamin baginya surga. (Bukhori dan Muslim)

Berkata Imam Nawawi : Ketahuilah, bahwasanya ghibah adalah seburuk-buruknya hal yang buruk, dan ghibah merupakan keburukan yang paling tersebar pada manusia sehingga tidak ada yang selamat dari ghibah ini kecuali hanya segelintir manusia

Berkata Imam Syafii :

Jagalah lisanmu wahai manusia

Janganlah lisanmu sampai menyengat engkau, sesungguhnya

dia seperti ular

Betapa banyak penghuni kubur yang terbunuh oleh lisannya Padahal dulu orang-orang yang pemberani takut bertemu

dengannya