malam ini, nadim
rembulan benderang di luar kamar
akulah yang hembuskan baranya,
api malam ini kunyalakan buatmu
biar semesta mengerti
angin rinduku garing dibakar badar.
Yang memisahkan kita cuma garis di peta
langitku dan langitmu masih tujuh petala
rembulanku dan purnamamu jua tiada beda
Selat Tebrau sejalur laut cuma
terbentang antara tambak,
lautku dan lautmu masih berombak
Pedra Branca telah meninggalkan lukanya
terdampar di pantai silam
tenggelam jauh di dasar sejarah.
Aku rindu pada akal mainan jiwa
yang tenggelam berenang mencari haqiqat
tentang hujah batu itu milik siapa
milik watanmu, nusaku
atau kepunyaan Dia
yang Yang Maha Mencipta.
Nadim,
kala rindumu debur di pantai debar
renunglah pelita malam nan terang
kita masih memenungi cahaya yang serupa.
Menyirat Cinta Haqiqi, Insandi Enterprise, 2012