Sebagian orang mengatakan : "Duduklah bersama para ulama, bermajelislah dengan para ulama!" Sedangkan yang lain mencela para ulama dengan mengatakan : "Mereka (ulama) tidak paham realita!" Ada lagi yang mengatakan : "Peristiwa-peristiw a yang telah terjadi menunjukkan bahwa umat ini tidak memiliki ulama rujukan yang layak!" Yang lain mengatakan : " Para ulama tidak berdiri sendiri dalam fatwa-fatwa mereka, bahkan mereka penjilat terhadap penguasa!" Setelah keluar celaan-celaan ini kemudian dari kelompok para pencela ini mengatakan : "Dengarkanlah perkataan para ulama!"
Siapakah ulama yang harus didengar perkataannya Apakah mereka orangorang yang memakai baju-baju tertentu atau yang memiliki bentuk-bentuk tertentu Tidak, para ulama adalah mereka yang mendalami Kitab dan Sunnah dengan pemahaman salafush-sholih, menyeru kepada tauhid dan melarang dari kesyirikan, mengajak kepada Sunnah dan menjauhkan dari bid'ah. Telah datang kesaksian dari para ulama bahwa mereka adalah ahli ilmu, mereka mengikuti dalil, bukan hawa nafsu, mengajak kepada persatuan di atas al-haq bukan perpecahan di atas kesesatan-kesesatan , berusaha untuk menjelaskan al-haq kepada umat bukan membodohkan umat dan menyesatkan mereka. Dan zaman sekarang ini adalah seperti yang dikatakan oleh Abdulloh bin Mas'ud rodhiyallohu anhu :
"Sesungguhnya kalian sekarang ini berada di zaman yang banyak ulamanya dan sedikit tukang khotbahnya, dan sesungguhnya akan datang sesudah kalian suatu zaman yang banyak tukang khotbahnya dan sedikit ulamanya." (diriwayatkan oleh Abu Khaitsamah dalam Kitab al-Ilm hal. 109 dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam takhrijnya)
Hal yang sangat disesalkan, banyak orang-orang awam dan anak-anak muda yang mengangkat derajat para tukang khotbah ini sehingga mereka sebut sebagai ulama. Ketika para tukang khotbah ini menampakkan bid'ah dan fitnah, lantas para ulama yang tulen memperingatkan umat dari kesesatan mereka, maka orang-orang menyangka bahwa khilaf (perselisihan) antara para ulama dan para tukang khotbah ini adalah khilaf yang terjadi antara ulama dengan ulama, kemudian dipraktekkanlah fiqih salaf dengan serampangan- di dalam menyikapi khilaf yang terjadi di antara para ulama. Seandainya saja mereka benar dalam memahami fiqih khilaf, tetapi kenyataannya mereka membawakan perkataan Ibnu Mas'ud rodhiyallohu anhu : "Khilaf adalah jelek", kata mereka ucapan ini maksudnya : "Diamlah, jangan mengingkari kebid'ahan dan kesesatannya! " (!!)